TABLOIDBINTANG.COM - Perjalanan dari dan ke kawasan Timur Tengah dilaporkan lumpuh total akibat konflik Amerika Serikat dengan Iran. Salah satu selebritas yang terdampak adalah aktris Tiongkok Dilraba Dilmurat, yang juga dikenal sebagai Dilireba.
Bintang berusia 33 tahun itu dijadwalkan menghadiri peragaan busana Dior Fall/Winter 2026 di Paris pada 3 Maret. Namun, di menit-menit terakhir muncul kabar bahwa ia batal tampil.
Tim Dilireba kemudian merilis pernyataan larut malam yang mengonfirmasi bahwa sang aktris tidak dapat tiba di Paris karena keadaan mendesak (force majeure). Mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak brand maupun para penggemar.
“Dilireba menghargai setiap kesempatan untuk berinteraksi dengan kalian, baik secara langsung maupun dari jauh. Situasi mendadak ini benar-benar di luar dugaan kami, dan kami menyesal telah mengecewakan kalian,” demikian isi pernyataan tersebut.
Disebutkan pula bahwa pemeran Sword Rose itu telah menantikan acara tersebut sejak menerima undangan dan melakukan berbagai persiapan. Namun, “keadaan tak terduga” membuat rencana perjalanannya berantakan. Meski timnya dan pihak Dior disebut telah berupaya mencari alternatif, ia tetap tidak bisa berangkat ke Paris.
Tim manajemen menegaskan bahwa Dilireba dalam kondisi aman dan mereka saling menjaga satu sama lain. Namun, mereka tidak merinci secara spesifik apa yang dimaksud dengan “force majeure”, hanya menyebutnya sebagai kendala situasi dunia nyata.
Menurut laporan media, tim Dilireba diduga memesan penerbangan maskapai Emirates dengan transit di Dubai sebelum melanjutkan perjalanan ke Paris.
Konflik AS dengan Iran dilaporkan memicu pembatalan dan gangguan penerbangan secara luas, termasuk pembatalan hingga 90 persen jadwal penerbangan Emirates.
Dilaporkan, Dilireba sudah lebih dulu tiba di Dubai seorang diri. Namun hingga 3 Maret, ia belum bisa melanjutkan perjalanan dan disebut terdampar di sana selama tiga hari. Sementara itu, beberapa anggota timnya dikabarkan terbang langsung ke Paris. Tidak dijelaskan dari mana awal keberangkatan mereka.
Meski kondisi Dilireba dinyatakan aman, insiden ini memicu kritik dari warganet terhadap manajemennya. Banyak yang mempertanyakan mengapa ia tidak dipesankan penerbangan langsung ke Paris.
Sebagian netizen juga meminta klarifikasi terkait pengaturan tiket dan perencanaan keselamatan perjalanan. Namun, ada pula yang membela, dengan menilai bahwa konflik regional yang terjadi secara mendadak memang bisa mengacaukan jadwal perjalanan, bahkan yang sudah dirancang dengan matang sekalipun.




