Foto: Banjir Rendam Klaten, Ratusan Warga Mengungsi

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pengurus dan santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Anas Bin Malik di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memindahkan barang-barang yang terendam banjir pada Rabu (4/3). Kegiatan belajar mengajar di pondok tersebut terpaksa dihentikan setelah air setinggi 50 sentimeter hingga satu meter menggenangi area pesantren akibat jebolnya tanggul Sungai Dengkeng menyusul hujan deras pada Selasa (3/3).

Banjir yang melanda Kecamatan Cawas membuat ratusan warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Para pengungsi ditampung di aula Kantor Desa Cawas, Masjid Al Ikhsan, dan Masjid Al Muqorobin. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia dan masih bertahan di tempat pengungsian hingga Rabu siang karena rumah mereka belum bisa ditempati.

Hingga pukul 11.00 WIB, genangan masih merendam permukiman meski ketinggian air di alur Sungai Dengkeng dilaporkan telah surut sekitar dua meter. Kondisi ini membuat warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, menjelaskan warga yang rumahnya tergenang ditampung di tiga lokasi, yakni kantor desa dan masjid.

"Pos Balai Desa Cawas ada 47 jiwa, di Masjid Al Ikhsan ada 40 jiwa dan Masjid Al Mukhorobin ada 19 orang dari santri dan ustaz Pondok Pesantren Anas Bin Malik," jelas Syahruna.

Syahruna menyebut banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap, diperparah dengan jebolnya tanggul di dua titik. Salah satu tanggul yang jebol berada di Desa Bawak, Kecamatan Cawas, dengan lebar kerusakan sekitar 10 meter. Tanggul berbentuk tembok itu ambruk hingga air mengalir ke permukiman warga.

Titik tanggul yang rusak berada sekitar 50 meter di atas Bendung Tukuman, di bagian alur sungai yang menikung. Kondisi tersebut semakin parah karena adanya sumbatan sampah di pintu air bendung. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, saat meninjau lokasi menyatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk BBSWBS, BPBD, TNI, dan Polri, untuk mempercepat penanganan dan perbaikan tanggul.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KOSPI Jatuh hingga 8 Persen, Bursa Korea Sempat Berlakukan Trading Halt
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Spanyol Tolak Pangkalan Militernya Dipakai untuk Serang Iran, Trump Ancam Putus Hubungan Dagang
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Lonjakan Biaya Pengiriman Minyak dan Gas Akibat Selat Hormuz Ditutup, Naiknya Gila-Gilaan hingga 45 Persen!
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tips Memilih Jasa Pemasangan Lift Rumah yang Tepat dan Berkualitas
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
‎Timur Tengah Memanas, Wali Kota Palangka Raya Imbau Tunda Umrah ‎
• 23 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.