BHR Mitra Driver Diharap Tingkatkan Daya Beli-Perbaikan Ekosistem Ojol

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemberian Bantuan Hari Raya (BHR) untuk para mitra driver ojek online (ojol) diharapkan bisa meningkatkan daya beli hingga sinyal positif bagi perbaikan ekosistem ojol.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab Indonesia juga memastikan akan meningkatkan alokasi anggaran untuk BHR bagi para mitranya untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Salah satunya dari pengamat ketenagakerjaan sekaligus Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mengatakan pemberian BHR selama dua tahun berturut-turut diharapkan menopang daya beli masyarakat di kuartal I 2026. Selain itu, menurutnya BHR merupakan komitmen aplikator dalam menjaga kesejahteraan mitra, meski belum ada regulasi yang mewajibkan.

“Ini harus diapresiasi kepada para aplikator yang memang memberikan bonus hari raya. Walaupun tidak ada regulasi yang mewajibkan, mereka tetap mau memberikan sebagai dukungan bagi pengendara ojol menghadapi hari raya,” ujar Timboel dalam keterangannya, Rabu (4/3).

Ia menilai inisiatif tersebut juga menjadi sinyal positif bahwa ekosistem ojol di Indonesia. Kehadiran BHR, lanjutnya, juga sebagai upaya bertahap platform untuk memperkuat perlindungan pekerja di sektor digital.

GoTo memastikan akan BHR Keagamaan 2026 kepada mitra driver roda dua dan roda empat yang menjadikan platform Gojek sebagai sumber pendapatan utama maupun tambahan serta menjaga kualitas layanan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa untuk tahun 2026, total nilai BHR industri mencapai sekitar Rp 220 miliar. Khusus GoTo, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 100–110 miliar, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 50 miliar.

CEO dan Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo. mengatakan BHR merupakan wujud semangat kekeluargaan perusahaan kepada mitra. “Bonus Hari Raya ini bukan sekadar bentuk dukungan finansial, tetapi juga wujud semangat kekeluargaan yang selalu kami jaga di GoTo,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Pada 2026, total alokasi BHR GoTo meningkat dari Rp 50 miliar menjadi Rp110 miliar. Untuk kategori nominal terendah, besaran BHR juga naik 3 sampai 4 kali lipat, dari Rp 50.000 pada 2025 menjadi Rp 150.000 bagi mitra roda dua dan Rp 200.000 bagi mitra roda empat. Secara keseluruhan, mitra roda dua akan menerima kisaran Rp 150.000 dan tertinggi yakni Rp 900.000, sedangkan mitra roda empat Rp 200.000 dan tertinggi Rp 1.600.000.

Sementara CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan ada 400 ribu mitra pengemudi aktif roda dua dan roda empat yang akan menerima BHR 2026, yang ditetapkan berdasarkan produktivitas dan aktivitas mitra sepanjang periode penilaian.

Timboel menekankan bahwa dalam konteks hubungan kemitraan, pemberian BHR perlu dipahami sebagai bentuk imbauan atau komitmen perusahaan, bukan kewajiban seperti THR pada pekerja formal. Ia menilai pendekatan berbasis produktivitas sudah tepat.

“Karakteristik kemitraan itu memang berbasis merit system, berbasis produktivitas dan kinerja. Orang yang bekerja lebih produktif tentu tidak bisa disamakan dengan yang hanya sambilan,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa tuntutan penyamaan BHR dengan upah minimum kurang tepat secara yuridis maupun sosiologis. Menurutnya, jika dipaksakan, justru berpotensi mengganggu keberlanjutan ekosistem ojol.

“Bonus hari raya itu bagian dari komitmen aplikator untuk membantu mitra menghadapi hari raya, berbeda dengan THR pekerja formal,” tegas Timboel.

Lebih jauh, Timboel menekankan bahwa BHR penting sebagai dukungan jangka pendek, namun kesejahteraan mitra perlu diperkuat melalui perlindungan sosial yang berkelanjutan, seperti jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian bagi pengemudi berbasis platform. Menurutnya, langkah perusahaan yang ikut membayarkan iuran perlindungan sosial merupakan bagian penting dari peningkatan kesejahteraan pekerja digital.

Timboel berharap ke depan kolaborasi antara pemerintah dan aplikator terus diperkuat agar ekosistem transportasi online semakin sehat. Dengan pendekatan yang seimbang antara dukungan finansial seperti BHR dan perlindungan sosial jangka panjang, kesejahteraan mitra pengemudi dinilai dapat meningkat secara lebih berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Ancam Sanksi Dagang Usai Spanyol Tolak Pangkalannya untuk Serang Iran
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Menlu Sugiono Tegaskan Presiden Prabowo Ingin Jadi Penengah Konflik Timur Tengah
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Hari ke-4 Serangan Israel-AS, Presiden Iran: Aktivitas Rakyat Terus Berjalan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Pererat Silaturahmi Kebangsaan, Presiden Prabowo Jamu Makan Malam Tokoh Bangsa di Istana Negara
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Menteri Kebudayaan Dampingi Presiden Prabowo Kunjungi Museum Nasional Indonesia
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.