Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki penguatan industri mebel nasional berbasis kekayaan intelektual (KI) melalui kolaborasi dengan Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI).
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyatakan asosiasi memiliki peran strategis dalam mengkurasi dan mengakselerasi talenta kreatif, termasuk desainer mebel.
Menurutnya, penguatan industri tidak hanya bertumpu pada produksi, tetapi juga pada nilai tambah desain dan perlindungan kekayaan intelektual.
"Asosiasi seperti HDMI memiliki peran krusial untuk membantu kami mengkurasi talenta kreatif yang siap untuk diakselerasi. Asosiasi lah yang paling tahu tantangan dan potensinya di mana," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menambahkan, Kementerian Ekraf saat ini tengah membangun ekosistem pendanaan berbasis KI agar pelaku industri kreatif memiliki akses pembiayaan yang lebih inklusif.
Salah satu langkah konkret adalah pelantikan 64 IP Evaluator atau IP Appraisal yang telah dilatih oleh World Intellectual Property Organization (WIPO).
Para IP Evaluator tersebut nantinya akan menjadi mitra perbankan dalam mendukung pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis kekayaan intelektual. Skema ini diharapkan membuka peluang bagi desainer mebel untuk menjadikan karya dan desainnya sebagai aset bernilai ekonomi.
Sementara itu, Dewan Pembina HDMI, R.M. Satya Brahmantya, menilai Indonesia memiliki keunggulan komparatif dari sisi sumber daya alam, seperti kayu jati, rotan, dan bambu yang tersebar di berbagai daerah.
Namun, ia menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah melalui desain, penguatan karakter produk, hingga storytelling agar mampu bersaing di pasar global.
"Desainer di Indonesia sebenarnya memiliki privilege karena natural resource untuk bahan baku kita sangat bagus. Kita perlu bersaing di nilai tambah, material, skill, karakter, dan storytelling," ucap Satya Brahmantya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, menyebut subsektor mebel memiliki fondasi industri yang kuat dan berpotensi masuk dalam program akselerasi kementerian ke depan.
Sinergi antara Kementerian Ekraf dan HDMI diharapkan mampu memperkuat posisi desainer mebel Indonesia bukan hanya sebagai produsen berbasis bahan baku, tetapi sebagai kreator dengan kekayaan intelektual yang bernilai tambah tinggi dan kompetitif di pasar internasional.
Editor: Redaktur TVRINews





