Bisnis.com, JAKARTA — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyatakan kesiapannya untuk mendukung pendanaan serta penyiapan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) baru pada tahun ini. Fokusnya mencakup berbagai sektor infrastruktur strategis, termasuk pembangunan sejumlah ruas jalan tol nasional.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah menjelaskan bahwa SMI bakal menjembatani keterlibatan sektor swasta dalam proyek infrastruktur. Nantinya, SMI bakal menyediakan fasilitas penyiapan proyek (Project Development Facility/PDF) guna memastikan setiap proyek KPBU siap dilelang dan dijalankan secara profesional.
"Salah satu pilar bisnis kita adalah membantu pemerintah dalam proyek-proyek KPBU di mana akan menggandeng sektor swasta, kita menyiapkan project development facility-nya dan itu terbuka untuk proyek apa saja [termasuk jalan tol],” kata Reynaldi dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Saat dikonfirmasi mengenai peluang SMI masuk ke proyek jalan tol besar yang sedang dalam rencana pelelangan, seperti Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) serta Tol Gilimanuk–Mengwi, Hermansjah mengaku take menutup kemungkinan.
Sejauh, PT SMI memang benar-benar mendapat penugasan resmi dari pemerintah untuk mulai menggarap sisi persiapan teknis dan finansialnya. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat struktur investasi agar proyek-proyek tersebut menarik bagi investor swasta dan dapat segera direalisasikan.
“Kalau memang pemerintah merencanakan melakukan pelelangan proyek-proyek itu dan kami ditunjuk oleh pemerintah untuk membantu, kita pasti akan support di sisi itu,” tegas Reynaldi.
Baca Juga
- SMI Ungkap Alasan Divestasi Saham di Tol Cimanggis - Cibitung
- PT SMI Telah Biayai 129 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp125 Triliun
- Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Catat Nilai Komitmen Rp119 triliun per Juni 2025
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (DJPI) menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran (TA) 2026 direncanakan terdapat 19 proyek jalan tol yang akan dikerjakan melalui skema KPBU.
Ke-19 proyek itu saat ini tengah masuk tahap penyiapan lelang mencakup penyusunan studi, evaluasi skema pendanaan, serta pemenuhan berbagai perizinan termasuk persetujuan lingkungan sebelum pelelangan dapat dimulai.
Adapun, beberapa daftar proyek yang masuk tahap penyiapan lelang pada tahun ini di antaranya, KPBU Solicited mencakup Jalan Tol Bandung Intra Urban, Tol Pejagan–Cilacap, Tol Tuban–Babat–Lamongan–Gresik, Tol Malang–Kepanjen, Tol Gedebage–Tasikmalaya, Tol Gilimanuk–Mengwi, serta Tol Bandara Supadio–Pelabuhan Kijing.
Proyek Unsolicited terdiri dari Tol Jalan Tol Pluit–Bandara, Tol Cikunir–Karawaci Elevated, Tol Semanan–Balaraja, Tol Harbour Toll Road Semarang, Tol Bitung–Serpong, Tol Caringin–Cisarua, serta Tol Akses Patimban Extend.
Kemudian, pemerintah juga tengah menyiapkan lelang 5 jalan tol penugasan yakni Jalan Tol Rantau Prapat–Kisaran, Dumai–Simpang Sigambal–Rantau Prapat, Pelabuhan Panjang–Lematang, Rengat–JC Pekanbaru, serta Jambi–Rengat.





