Grid.ID - Pemimpin daerah Kabupaten Pekalongan, Fadia A Rafiq, baru saja diamankan oleh lembaga antirasuah dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Semarang pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Sontak, kabar ini langsung menjadi buah bibir, apalagi sang bupati merupakan figur publik yang memiliki rekam jejak mentereng di dunia hiburan.
Merespons kabar penangkapan sang kepala daerah, pihak lembaga antirasuah pun langsung angkat bicara yang mengamankan tak hanya Fadia.
"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa, dikutip Grid.ID dari Kompas.com.
Fadia A Rafiq diduga kuat terseret ke dalam skandal rasuah yang berhubungan dengan proses pengadaan barang serta jasa di wilayah kekuasaannya. Ia disinyalir telah menyalahgunakan wewenang mengatur pemenang tender proyek tenaga kerja alih daya (outsourcing) yang bernilai fantastis di berbagai dinas pemerintahan.
Buntut dari operasi KPK tersebut, para penyidik langsung memasang segel di beberapa ruangan krusial milik Pemkab, tak terkecuali ruang kerja pribadi bupati dan area kesekretariatan daerah. Usai diamankan di Semarang, Fadia beserta belasan orang lainnya, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Mohammad Yulian Akbar, langsung dibawa ke Gedung Merah Putih di Jakarta guna menjalani pemeriksaan intensif.
Profil Fadiah A Rafiq
Bagi generasi 90-an dan 2000-an awal, sosok Fadia bukanlah wajah asing di layar kaca. Pemilik nama asli Laila Fathiah ini lahir pada tanggal 23 Mei 1978 di Jakarta. Darah seni mengalir deras di tubuhnya mengingat ia adalah putri kandung dari legenda musik dangdut Tanah Air, mendiang A. Rafiq.
Dalam silsilah keluarganya, ia juga tercatat sebagai kakak kandung dari pesinetron Fairuz A Rafiq serta tokoh politik Fahd A. Rafiq. Jauh sebelum mencicipi kerasnya intrik perpolitikan, sosoknya lebih dulu eksis melanglang buana sebagai penyanyi dangdut berkat tembang hits legendaris bertajuk "Cik Cik Bum Bum".
Perihal asmara, suaminya adalah pria asal negeri jiran bernama Ashraff Abu atau yang lebih akrab disapa Ashraff Khan. Ashraff kini telah berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan tengah aktif bertugas di Senayan sebagai Anggota DPR RI Fraksi Golkar periode 2024-2029 untuk mewakili suara rakyat di dapil Jateng X.
Dari segi akademis, rekam jejak Fadia sungguh mentereng. Tercatat ia sukses menuntaskan pendidikan sarjana di Universitas AKI Semarang, melanjutkan studi magister di Universitas Stikubank, hingga menyabet doktoral dari kampus UNTAG Semarang.
Sepak terjangnya di pemerintahan bermula ketika dirinya sukses menduduki kursi Wakil Bupati Pekalongan untuk periode 2011-2016. Usai purnatugas, sayap politiknya makin mengepak luas kala dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan sekaligus mengomandoi KNPI Provinsi Jawa Tengah dalam rentang waktu 2016 hingga 2021.
Adapun puncak karier politiknya terwujud nyata tatkala ia berhasil memenangkan dan memimpin Pekalongan selama dua masa bakti beruntun. Ia menjabat di periode 2021-2026 dan statusnya sebagai bupati petahana periode kedua (2025-2030).
Tak hanya kiprah kariernya yang gemilang, jumlah kekayaan sang bupati pun tak main-main. Merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang disetorkannya ke negara, total harta bersih Fadia mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 85,6 miliar.
Kini, nasib politisi sekaligus mantan penyanyi dangdut tersebut berada di ujung tanduk. Hal itu seiring berjalannya proses hukum yang tengah diusut tuntas oleh KPK.(*)
Artikel Asli




