BEKASI, DISWAY.ID -- Kasus kematian Ermanto Usman dan keluarganya di Bekasi, Jawa Barat terus bergulir. Namun kini menyisakan beberapa hal yang janggal bagi keluarga korban.
Kakak Ermanto, Dalsaf Usman mengaku menaruh kecurigaan bahwa kematian adiknya bukan karena kasus perampokan. Di sisi lain ia menegaskan menghormati proses penyelidikan polisi yang masih berjalan.
"Tentunya kami juga kalau bicara dugaan itu ya, sekali lagi kami juga nggak mau mendahului kepolisian. Walaupun mungkin pihak kami juga ada perasaan (curiga) seperti itu," aku Dalsaf saat ditemui di kediamannya.
BACA JUGA:Sopir Transjakarta yang Sebabkan Adu Banteng di Jalur Langit Koridor 13 Ditetapkan Jadi Tersangka
BACA JUGA:Genjot Revitalisasi 60 Ribu Sekolah, Pemerintah Siapkan Dana Tambahan Rp89,49 Triliun
Kendati begitu, menurutnya jika Ermanto Usman ditemukan meninggal karena perampokan, maka ada yang hilang dari rumahnya. Tapi kata Dalsaf, mobil milik korban masih terparkir di sana.
Namun yang tak kalah janggal adalah meskipun mobil masih terparkir di sana, para pelaku perampokan ini hanya membawa kunci mobil. Entah apa modus operandi yang dilakukan.
Sehingga, kata dia, pihak keluarga korban masih mengamankan kedua mobil milik Ermanto Usman, sembari mencari tahu keberadaan kunci serep kedua mobil korban.
"Kalau kita pelajari realita di tempat kejadian perkara, ada dua mobil di sana, mobilnya tidak diambil. Tapi kunci mobil dibawa oleh mereka," ungkapnya.
BACA JUGA:Kejagung akan Pelajari Putusan MK Soal Pasal Perintangan Penyidikan
BACA JUGA:Kampanye Batasi GGL dan Edukasi Gizi Kunci Cegah Obesitas Masyarakat
Dalsaf juga mengaku bahwa kronologi kejadian ini membuat ia dan keluarga korban lainnya merasa ada yang janggal. Menurutnya polisi harus menyampaikan kronologi kasus ini secara utuh.
"Ya kalau kita bicara aneh kok yang diambil itu cuma handphone sama kunci mobil. Nah, justru berangkasnya juga tidak dalam keadaan tidak rusak, tidak disentuh. Minimal salah satu kan, tidak dibawa oleh mobil," tambahnya.
Menurut Dalsaf, keluarga hanya menginginkan kepastian hukum dan kejelasan atas peristiwa yang menimpa sang adik. Ia menekankan bahwa kepercayaan terhadap aparat tetap dijaga.
BACA JUGA:PPDS UNCEN Pertama di Papua, Perkuat Layanan Kesehatan Daerah
- 1
- 2
- »





