Ekskavator Milik Masjid Sleman untuk Bantu Bencana di Aceh Dirusak OTK

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Alat berat ekskavator milik Masjid Nurul Ashri Sleman di wilayah Aceh Tamiang dirusak oleh orang tak dikenal (OTK). Selang hidrolik ekskavator itu seperti ditusuk dan disayat.

Padahal alat berat itu selama ini digunakan untuk membantu masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak longsor dan banjir, di sana. Seperti membersihkan lumpur dan membuka jalan.

"Ekskavator itu kan kita taruh di Kota Lintang Bawah (Aceh Tamiang) karena kan kondisinya masih pengerjaan, pembersihan di sana," kata penanggung jawab relawan Masjid Nurul Ashri, Satrio Widiantoro, dihubungi, Rabu (4/4).

Alat berat itu sehari sebelumnya masih bisa digunakan. Kerusakan baru diketahui pada pagi ini sekitar pukul 11.00 WIB saat hendak dipakai bekerja. Operator ekskavator menemui oli hidrolik yang muncrat.

"Terus setelah dicek, itu di situ ada bekas kayak goresan-goresan pisau," katanya.

"Padahal selang itu kan tebal. Dia pakai yang tebal, terus luarnya itu kan pakainya kain, Kalau hanya kegesek-gesek lumpur, tanah, itu kemungkinan enggak mungkin serapi itu, sih," katanya.

Diduga ada unsur kesengajaan untuk merusak alat berat ini.

"Dugaan kita memang sengaja. Karena potongannya rapi, terus malam nggak ada indikasi kaya gitu juga. Karena operator kalau mau pulang ngecek semuanya," katanya.

Menurutnya jika kerusakan dibiarkan terus, makan mesin ekskavator bisa jebol.

"Itu kan nanti nyembur terus oli hidroliknya kan nyembur. (Kalau dipaksakan) tetap rusak," katanya.

Saat ini, relawan sedang memesan onderdil yang cukup susah dicari. Untuk sementara ekskavator ini istirahat. Pekerjaan dilanjutkan dengan satu ekskavator lain yang juga milik Masjid Nurul Ashri.

Teror Bangkai Anjing

Sebelumnya teror juga terjadi beberapa waktu lalu. Posko relawan dari Masjid Nurul Ashri di wilayah Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang, mendapat 'teror' bangkai anjing, Senin (23/2) pagi

"Kalau itu, saya juga belum tahu (apakah ini teror lanjutan). Cuma kok berurutan jaraknya," katanya.

Dalam membantu masyarakat di Aceh Tamiang, relawan masjid juga melibatkan warga setempat.

"Dan kita itu mempekerjakan relawan-relawan yang operator itu dari warga lokal, yang terdampak kemarin. Jadi, setidaknya mereka punya pemasukan," katanya.

Satrio mengatakan karena keterbatasan relawan Masjid Nurul Ashri belum bisa melayani seluruh masyarakat.

Soal kasus ini, Satrio mengatakan ada kemungkinan pihaknya melapor ke kepolisian.

"Kita masih nilai dulu memang benar nggak. Tapi feeling saya itu disayat, rapi banget. Kemungkinan nanti tetap saya laporkan," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Patra Niaga Gandeng MyTelkomsel Hadirkan Paket Data dengan Benefit E-Voucher BBM bagi Ojol
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Update Harga iPhone 16 Series Maret 2026, Turun Hingga Rp5 Jutaan!
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Menko AHY: Sekolah Rakyat Visi Besar Presiden Entaskan Kemiskinan Lewat Pendidikan Gratis
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Momen Prabowo Makan Malam Kebangsaan Bersama Mantan Presiden dan Ketum Parpol
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Perang Arab Makin Ngeri, Pengusaha Sawit RI Was-was dan Teriak Ini
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.