Carbo loading adalah strategi yang sering dilakukan para pelari agar performanya semakin optimal saat race. Biasanya, cara ini dilakukan dengan memperbanyak asupan karbohidrat beberapa hari sebelum event supaya cadangan energi (glikogen) yang tersimpan dalam tubuh terisi penuh.
Pelari umumnya akan menambah porsi nasi, pasta, roti, atau sumber karbo lainnya ke dalam menu harian mereka. Sayangnya, kebiasaan ini nggak bisa dengan leluasa dilakukan selama puasa. Soalnya, waktu makan jadi terbatas, dan tubuh juga harus beradaptasi dengan perubahan jam biologis.
Untuk menyiasatinya, banyak pelari menerapkan strategi khusus agar kebutuhan energi tetap terpenuhi. Hal yang sama juga dilakukan oleh sejumlah teman kumparan, lho. Ingin tahu gimana strategi mereka membagi porsi carbo loading supaya tetap kuat lari selama Ramadhan? Yuk, simak cerita lengkapnya di bawah ini!
Porsi Carbo Loading teman kumparanteman kumparan Ramadani Amalo (29) kini mencukupi kebutuhan karbohidratnya saat sahur. Menu andalan yang sering ia pilih pun cukup sederhana, seperti oatmeal ataupun kacang hijau.
Keduanya memang dikenal sebagai sumber karbohidrat yang mengenyangkan. Seperti dijelaskan dalam laman Healthline, kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung karbohidrat kompleks yang dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama selama puasa.
Meski begitu, Ramadani menilai carbo loading sebenarnya bukan sebuah kewajiban bagi pelari. “Carbo loading nggak terlalu perlu, yang penting makan seimbang dan hidrasi cukup,” katanya.
Jadi, selama kebutuhan nutrisi terpenuhi dan cairan tubuh tetap terjaga, lari saat puasa tetap bisa dilakukan tanpa harus ‘makan besar’ secara berlebihan.
Berbeda dengan Ramadani, teman kumparan Teguh Harnowo (43) justru menyebut konsep carbo loading cukup penting untuk mengisi energi sebelum lari. Menurutnya, dengan asupan makanan yang tepat, tubuh akan lebih bertenaga.
Selain itu, memaksimalkan asupan karbohidrat juga dapat meminimalisir risiko terjadinya hal-hal yang nggak diinginkan. “Sebelum latihan diisi dengan asupan makanan supaya tidak kejadian yang tidak-tidak,” tuturnya.
Selama puasa, Teguh rutin makan berat setelah tarawih maupun saat sahur. Jenis makanannya kurang lebih sama seperti menu harian, tetapi ia berusaha menghindari gorengan.
Selain nasi, sumber karbo lain yang ia pilih adalah singkong atau ubi rebus. Meski terkesan sederhana, kelompok umbi-umbian ini dikenal sebagai sumber energi yang bisa bantu menjaga stamina tetap stabil, lho.
Di lain pihak, teman kumparan Def (34) memilih tetap makan seperti biasa dengan porsi normal sebelum rutinitas larinya. Meski nggak secara khusus menerapkan strategi carbo loading, ia tetap memperhatikan asupan karbohidrat hariannya.
Sumber karbo utama yang paling sering ia konsumsi adalah oatmeal. Sesekali, Def juga menambahkan protein berupa dada ayam agar staminanya tetap prima.
Dada ayam sendiri memang termasuk salah satu sumber protein tanpa lemak (lean protein) terbaik. Dikutip dari laman Medical News Today, kandungan protein dalam dada ayam berperan penting dalam pembentukan sekaligus pemulihan otot, terutama bagi mereka yang aktif berolahraga.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan




