Saat hamil, setiap asupan yang masuk ke tubuh ikut berpengaruh pada tumbuh kembang janin. Termasuk soal minum susu.
Meski sering dianggap lebih alami dan segar, susu non-pasteurisasi atau susu “mentah” justru menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Susu mentah rentan terkontaminasi bakteri berbahaya, seperti Listeria. Infeksi ini bisa berdampak serius pada kehamilan, mulai dari keguguran, kelahiran prematur, hingga kematian bayi baru lahir. Karena itu, penting bagi Anda untuk lebih bijak dalam memilih.
Kenali Risikonya, Pilih yang Lebih AmanMengutip dari jurnal Food and Drug Administration (FDA) bakteri Listeria dapat bertahan dalam suhu dingin dan tidak selalu mengubah rasa maupun bau susu.
Artinya, susu bisa terlihat segar tetapi tetap membawa risiko. Pada ibu hamil, infeksi listeriosis kadang hanya menimbulkan gejala ringan seperti flu. Namun bagi janin, dampaknya bisa jauh lebih serius.
Tapi, bukan berarti ibu hamil tidak boleh minum susu. Susu tetap bisa menjadi sumber kalsium, protein, dan vitamin D yang baik untuk mendukung kesehatan tulang serta perkembangan bayi.
Kuncinya adalah memastikan susu yang dikonsumsi:
Sudah dipasteurisasi
Rendah lemak
Tidak tinggi gula
Proses pasteurisasi membantu membunuh bakteri berbahaya tanpa menghilangkan manfaat gizinya secara signifikan.
Perlu diingat juga, minum susu khusus ibu hamil boleh saja, tetapi tidak wajib. Susu tidak menggantikan multivitamin atau suplemen yang diresepkan dokter. Kebutuhan nutrisi tiap ibu berbeda, sehingga konsultasi rutin tetap penting dilakukan ya, Moms.





