Menag Lapor Prabowo, Malam Takbiran Tetap Jalan Saat Nyepi di Bali Asal....

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait sejumlah persiapan jelang Hari Raya Idulfitri, termasuk pelaksanaan takbiran yang berdekatan dengan peringatan Hari Nyepi di Bali. 

Hal tersebut disampaikan Menag usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Baca Juga :
Prabowo Buka Puasa Bareng Tokoh Agama-Pimpinan Ormas Islam Besok
Bahlil soal Stok BBM Nasional Cuma 20 Hari: Storagenya Nggak Cukup

Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi potensi dinamika yang muncul karena waktu yang berdekatan antara perayaan Nyepi dan malam takbiran. 

Menurutnya, koordinasi telah dilakukan dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di Bali guna menjaga keharmonisan antarumat beragama.

“Saya juga melaporkan persiapan lebaran akan datang karena beberapa tempat ya tanggal 19 itu kan Hari Nyepi. Hari Nyepi kita tahu tidak boleh ada suara-suara berisik, tidak boleh ada kendaraan dan sebagainya padahal malam itu juga ada teman-teman kita takbir,” kata Nasaruddin Umar kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Nasaruddin menuturkan bahwa hasil koordinasi menunjukkan adanya kesepakatan bersama agar kedua perayaan keagamaan tersebut tetap dapat berjalan dengan saling menghormati. 

Pemerintah bersama tokoh masyarakat di Bali telah menyepakati mekanisme pelaksanaan takbiran yang disesuaikan dengan ketentuan Nyepi.

“Alhamdulillah kami melaporkan kepada Bapak Presiden sudah ada persepakatan kami dengan pemerintah setempat dengan tokoh-tokoh masyarakat di Bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi, cuma syaratnya ya Nyepi-nya berjalan tapi takbirnya juga berjalan, cuma tidak pakai sound system dan dibatasi waktunya juga dari jam 6 sampai jam 9,” jelasnya.

Selain itu, Nasaruddin Umar juga menyinggung kemungkinan perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di Indonesia. Ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi dalam kehidupan beragama di tanah air dan akan ditentukan melalui sidang isbat.

“Dan lebarannya pun juga ya perbedaan itu kita terima sebagai suatu hal yang biasa di Indonesia. Nanti kita akan lihat sidang isbat penentuannya kapan pastinya akan Idulfitri nanti akan datang,” kata Nasaruddin.

Dia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menjaga suasana toleransi dan kerukunan antarumat beragama, terutama dalam momentum hari-hari besar keagamaan yang berdekatan waktunya. 

Baca Juga :
Eks Menlu Sebut Prabowo Bakal Evaluasi Keanggotaan RI di Board of Peace
Surya Paloh Tegaskan RI Masih Jadi Anggota Board of Peace
Jokowi dan Gibran Semobil usai Bertemu Prabowo di Istana

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Jokowi hingga Petinggi Parpol, Prabowo Akan Bertemu Ormas Islam di Istana
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Reaksi Penuh Kecewa Michael Carrick usai Manchester United Alami Kekalahan Pertama di Bawah Asuhannya
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Dampak Berlapis Konflik Iran vs AS-Israel ke RI, dari Ekonomi hingga Keamanan
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Pertamina siagakan 7.885 SPBU antisipasi mudik Lebaran 2026
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Siapkan Storage Baru untuk Perkuat Cadangan BBM
• 14 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.