WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen (Purn) Sony Sonjaya menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak-anak merupakan fondasi utama bagi kemajuan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Menurutnya, kecukupan gizi harus menjadi prioritas utama sebelum seorang anak didik menerima asupan ilmu pengetahuan di sekolah.
"Bagaimana kita mau menghasilkan anak didik yang baik apabila gizinya kurang? Jadi menurut saya itu adalah yang paling mendasar. Sebelum mereka berkembang diisi otaknya dengan ilmu pengetahuan, gizinya dulu harus bagus," ujar Sony melalui keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Sony menjelaskan bahwa kondisi kurang gizi secara langsung berdampak pada konsentrasi belajar siswa. Namun, hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mulai mengubah pola pikir (mindset) generasi muda di seluruh Indonesia, dari desa hingga kota metropolitan.
Baca juga : KPK Petakan Celah Penggelembungan Harga Bahan Baku Progam Pemerintah
"Sekarang anak-anak mulai melihat karbohidratnya apa, proteinnya apa, seratnya apa. Dulu itu tidak pernah dibicarakan, sekarang semua orang membicarakan gizi seimbang. Perubahan mindset ini menjadi modal dasar bagi generasi kita ke depannya," katanya.
Anggaran Pendidikan 2026 Justru MeningkatMenanggapi isu miring terkait pendanaan, Tenaga Ahli Utama BGN, Florencio Mario Vieira memastikan bahwa program MBG tidak memotong anggaran pendidikan nasional. Ia mengungkapkan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 justru diproyeksikan naik 20-26 persen.
“Tidak ada pemotongan anggaran di lingkungan sekolah. Kalau ada pengurangan, maka dana BOS tidak ada. Program ini jalan dari pemerintahan ke pemerintahan, bahkan ditambah,” kata Florencio.
Baca juga : Sampai Hari Ke-9 Ramadan, 47 SPPG Dihentikan karena Menu Jelek
Ia menjelaskan bahwa sumber dana MBG diperoleh dari langkah efisiensi anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto terhadap kegiatan birokrasi yang tidak produktif.
"Dulu kita suka 'jalan-jalan', SPPD banyak, rapat di hotel yang diada-adakan. Sekarang oleh Presiden, anggaran yang tidak efisien itu dikumpulkan jadi satu untuk prioritas, salah satunya adalah MBG," ungkapnya.
Pengawasan Ketat Melalui CCTV dan Ahli GiziGuna menjamin mutu makanan, BGN menerapkan sistem pengawasan berlapis. Pendiri Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Yusuf Maulana, mengungkapkan bahwa di Satuan Pelayanan Perangkat Gizi (SPPG) yang dikelolanya, seluruh proses dipantau oleh ahli gizi dan chef bersertifikat.
"Variasi menu berganti setiap hari, mulai dari chicken katsu hingga nasi woku. Selain itu, BGN Pusat telah memasang CCTV untuk memonitor langsung seluruh kegiatan, mulai dari sortir bahan baku, pencucian, pemasakan, hingga distribusi," jelas Yusuf. (H-2)





