jpnn.com, JAKARTA - Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan stok pangan nasional berada dalam posisi aman dan harga terkendali menjelang Idulfitri.
Hal ini disampaikannya seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Rabu (4/3).
BACA JUGA: Menko Pangan Zulhas Targetkan 30 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Terbangun Tahun Ini
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan memastikan stok pangan nasional dalam keadaan aman menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, Zukilfli melaporkan kondisi terkini stok pangan di tengah ketidakpastian global.
BACA JUGA: Menko Pangan Yakin Prabowo Bisa Ulangi Kejayaan Ekonomi Era Soeharto
"Kalau pangan tersedia," ujar Zulkifli.
Zulkifli menyebut Indonesia masih melakukan impor untuk beberapa komoditas seperti kedelai dan gandum. Namun menurutnya, kondisi eskalasi di Timur Tengah belum menunjukkan dampak yang signifikan terhadap sektor pangan, terutama dari sisi harga.
BACA JUGA: Pastikan Penyaluran LPG 3 Kg Aman, Menko Pangan & Mendag Tinjau Subpangkalan di Klender
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa Presiden berpesan agar harga pangan tetap dalam kondisi stabil, terutama menjelang Lebaran 2026.
"Pangan tersedia, harga terjangkau dan tidak boleh naik," katanya.
Berdasarkan neraca pangan nasional, triwulan pertama 2026 diproyeksikan surplus pada komoditas utama strategis, antara lain beras mencatat surplus sebesar 14,83 juta ton dengan total ketersediaan 22,59 juta ton dan kebutuhan 7,76 juta ton.
Kemudian, komoditas jagung berada pada posisi surplus 4,99 juta ton. Pada komoditas protein hewani, daging ayam surplus 586 ribu ton dan telur ayam 267 ribu ton.
Selain itu, pemerintah menguasai cadangan beras sekitar 3,5 juta ton yang dikelola Perum Bulog, memberikan bantalan yang kuat untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
Zulkifli optimistis masyarakat dapat merayakan Lebaran tanpa perlu mengkhawatirkan kenaikan harga ataupun kelangkaan barang kebutuhan pokok.
"Aman, stok aman. Kan beras kita cukup. Empat juta (ton), lebih dari cukup," imbuhnya.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean



