Jakarta, tvOnenews.com - Langit Mekah tidak selalu membakar. Pada Ramadan tahun ini, udara justru terasa sejuk. Angin tipis berembus di pelataran Masjidil Haram, menyapu hamparan sajadah dan barisan jemaah yang duduk tenang menunggu azan magrib.
Di antara lautan manusia itu, Salsabila Alkatiri (25) merasakan sesuatu yang sulit ia gambarkan dengan kata-kata, khusyuk yang utuh.
Perjalanan spiritualnya dimulai pada 25 Februari 2026, ia berangkat dari Jakarta menuju Madinah tanpa transit.
“Ibadah umrahnya mulai dari tanggal 25 Februari kemarin, dari Jakarta langsung berangkat direct ke Madinah,” tutur dia, kepada tim tvOnenews.com, Rabu (4/3/2026).
- Istimewa
Tiga hari di Kota Nabi menjadi pembuka perjalanan spiritualnya. Pada 28 Februari, ia bersama rombongan jemaah umrah lainnya bergeser ke Mekah.
“Di Madinah sampai tanggal 28, dari 28 itu geser ke Mekah jadi sekarang udah udah empar hari lah, sekitar empat hari di Mekah rencananya sampai besok tapi besok itu penerbangan pulangnya di cancel jadi lagi berkoordinasi lagi nih,” jelas dia.
Ada rencana pulang, ada pula pembatalan penerbangan. Hal ini dikarenakan konflik eskalasi perang Timur Tengah yang memanas, membuat sejumlah bandar udara menutup penerbangan langsung. Namun di antara ketidakpastian itu, ia justru menemukan ketenangan.
“Rasanya sangat senang bisa menjalankan umrah di bulan Ramadan karena suasana di sini tuh sangat khusyuk bisa beribadah dengan tenang, lingkungannya juga pada banyak yang mengaji di sini, terus udara di sini pun lagi musim dingin jadi sangat nyaman gitu,” ujarnya.
- Istimewa
Ramadan di Tanah Suci, menurutnya, memiliki ritme yang berbeda dibandingkan di Indonesia. Jika di Tanah Air suasana siang hari tetap hidup dengan aktivitas kuliner, di Arab Saudi pagi hingga siang terasa lengang. Rolling door pertokoan tertutup, jalanan relatif tenang, seolah seluruh kota ikut berpuasa.
“Nah kalau perbedaannya Ramadan di Arab Saudi atau di Tanah Suci itu rata-rata toko makanan baru pada buka setelah (waktu salat) Asar, jadi mereka dari pagi itu pada tutup tokonya,” ceritanya.




