Washington: Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengonfirmasi serangan terhadap kapal perang Iran, IRIS Dena dalam serangan AS pertama terhadap pasukan Iran di luar Timur Tengah selama konflik.
“AS telah melakukan serangan torpedo kapal selam yang menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai selatan Sri Lanka,” menurut Menteri Pertahanan Hegseth, seperti dikutip dari Guardian, Rabu 4 Maret 2026.
Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa AS berada di balik serangan mematikan terhadap fregat Iran yang menewaskan lebih dari 80 orang, saat kapal tersebut berlayar dekat pantai Sri Lanka.
“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” kata Hegseth.
Baca Juga :
Hampir 150 Orang Hilang Usai Kapal Perang Iran Tenggelam di Perairan Sri Lanka“Kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo, kematian yang tenang – penenggelaman kapal musuh pertama oleh torpedo sejak Perang Dunia II,” kata Hegseth.
“Seperti dalam perang itu, ketika kita masih menjadi departemen perang, kita berjuang untuk menang,” imbuhnya.
Menurut Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, penjaga pantai Sri Lanka menerima panggilan darurat dari kapal angkatan laut Iran, Iris Dena, pada pukul 5.08 pagi hari Rabu. Anggota kru menggambarkan insiden tersebut sebagai ledakan.
“Pada pukul 6.00 pagi kami mengirimkan kapal angkatan laut dan pada pukul 7.00 pagi kapal angkatan laut kedua,” kata Herath.
Ia mengatakan, Sri Lanka memiliki kewajiban untuk menanggapi panggilan bantuan mereka karena negara tersebut merupakan penandatangan konvensi internasional tentang pencarian dan penyelamatan maritim.
Kapal Iran tersebut berada di luar perairan teritorial Sri Lanka tetapi masih dalam zona ekonominya, 81 km dari kota pesisir selatan Galle.
Aruna Jayasekara, Wakil Menteri Ppertahanan Sri Lanka, mengonfirmasi bahwa 83 jenazah telah ditemukan dari lokasi serangan. Menurut para pejabat, 32 awak kapal diselamatkan hidup-hidup dan dibawa ke rumah sakit di Galle.
Serangan mematikan ini terjadi di tengah perang di Timur Tengah, setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Serangan kapal selam ini menandai peningkatan permusuhan dan merupakan serangan AS pertama terhadap militer Iran yang terjadi di luar Timur Tengah sejak perang dimulai.
Kapal perang Iris Dena adalah fregat terbaru dalam armada angkatan laut Iran dan dilengkapi dengan rudal permukaan-ke-udara, rudal anti-kapal, meriam, senapan mesin, dan peluncur torpedo. Kapal tersebut kemungkinan besar sedang melewati Sri Lanka saat kembali dari parade armada internasional, yang diselenggarakan oleh angkatan laut India pekan lalu.




