Jerman Tegas Menolak Ajakan Zionis-AS untuk Perangi Iran

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Jerman memastikan tidak bakal ikut-ikutan dalam perang melawan Republik Islam Iran yang diinisiasi penjajah Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS). Meskipun menjadi salah satu anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bersama AS, Panser Jerman tak mau ambil bagian dalam peperangan yang hingga kini turut membakar kawasan Timur Tengah (Timteng).

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius mengatakan, Jerman hanya menghendaki berada dalam posisi yang merdekan situasi. “Jerman tidak akan bergabung dalam perang melawan Iran (yang dimulai oleh Israel-AS),” kata Pistorius seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (4/3/2026). “Dan Jerman hanya akan berupaya untuk meredakan ketegangan,” sambung dia.

Jerman bukan negara NATO pertama di Eropa yang menolak provokasi Zionis-AS untuk melakukan agresi terhadap Iran. Sebelumnya, Inggris juga menolak mentah-mentah ajakan bergabung dalam peperangan tersebut. Bahkan Spanyol, lebih tegas bukan cuma tak mau bergabung dengan AS-Zionis, tetapi juga melarang wilayah dan pangkalan militer AS yang berada di Spanyol dijadikan lokasi penyerangan terhadap Iran.

Pernyataan keras dari Spanyol itu pun berujung pada ancaman sanksi AS. Presiden Donald Trump kemarin menyampaikan marahnya kepada Spanyol dengan mengancam pemutusan hubungan dagang dengan Negeri Matador itu.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sementara hingga kini, perang di kawasan Timteng masih terus berlangsung. Perang diawali serangan misil dan rudal oleh Zionis-AS ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan itu membuat Pemimpin Tertinggi Iran, Wali Agung Ayatullah Ali Khamenei syahid bersama isteri, menantu, dan cucunya. Beberapa petinggi militer Iran juga gugur dalam serangan perdana itu.

Republik Islam Iran bertahan atas serangan itu dan melakukan perlawanan yang menyiksa kedua negara agresor. Iran membalas dengan mengirim rudal dan drone penyerbu ke wilayah pendudukan Israel dan pangkalan AS di sejumlah negara teluk.

Pangkalan AS di Uni Emirates Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Bahrain, dan juga di Arab Saudi dilaporkan terdampak cukup serius oleh serangan balasan Iran. Belakangan, negara-negara Arab itu marah karena wilayahnya turut diserang Iran.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Oknum Prajurit TNI Diduga Aniaya Pengemudi Taksi Online di Tangsel Akan Diproses Hukum
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Undang Sejumlah Tokoh Membahas Dampak Perang Amerika-Israel Vs Iran
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
OJK Geledah Kantor PT MASI terkait Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KPK Sita 5 Mobil Mewah dan Bukti Elektronik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT
• 14 jam lalusuara.com
thumb
5 Dongeng Sebelum Tidur Yang Mendidik untuk Anak
• 7 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.