Temuan Sistem Planet Terbalik Ubah Pandangan Manusia Soal Dunia

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Tata Surya. (Dok. Nasa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak lama, kita mengetahui sistem planet batuan kemudian gas yang banyak ditemui di Galaksi Bima Sakti termasuk tata surya tempat Bumi berada. Sistem ini terdiri dari bagian dalam berbatu yang Merkurius hingga Mars dan sisa planet luar berupa gas.

Namun temuan dari tim peneliti yang dipimpin Thomas Wilson dari Universitas Warwick mengubah perspektif itu. Menggunakan teleskop dari Badan Antariksa Eropa (ESA), mereka menemukan sistem planet terbalik saat mengamati sebuah bintang bernama LHS 1903.

Planet yang berada di sekitar LHS 1903 memiliki sistem yang sama. Planet paling dekat dengan bintang tersebut berbatu, kemudian terdapat dua planet gas.


Saat dilakukan pengamatan lebih lanjut, mereka menemukan planet keempat di tepi luar sistem. Ternyata planet itu terdiri dari batuan bukan gas.

"Gangguan aneh ini jadi sistem unik yang terbalik. Planet berbatu biasanya tidak berbentuk jauh dari bintang induknya, di bagian luar planet gas," jelas Wilson dikutip dari Phys, Rabu (4/3/2026).

Pilihan Redaksi
  • Wanita Masa Lalu Lebih Suka Kawin Campur Dibanding Pria
  • Ada Kuil Pemuja Matahari di Bawah Masjid, Buktinya Baru Ketemu
  • Nenek Tua Temukan Batu Senilai Rp 19 Miliar, Dipakai Ganjal Pintu

Dari hasil penelitiannya, tim peneliti menemukan bukti keempat planet pertama tidak berbentuk dalam waktu bersamaan. Planet terbentuk satu demi satu dalam proses pembentukan dari dalam ke luar.

Dengan begitu tiap planet berevolusi secara berurutan, membuat planet yang lebih jauh menunggu dan dapat berevolusi pada lingkungan yang berbeda. Menurut Wilson, planet terakhir terbentuk saat sistem planet telah kehabisan gas.

"Saat planet terakhir terbentuk, sistem mungkin sudah kehabisan gas, yang dianggap vital untuk pembentukan planet. Namun di sini ada sebuah dunia berbatu kecil yang menentang dugaan," jelasnya.

Menurut peneliti di ESA, Isabel Rebollido, perlu melakukan peninjauan teori pembentukan planet lagi. Sebab teori-teori tersebut berdasarkan yang diketahui melalui tata surya kita.

"Teori pembentukan planet secara historis didasarkan pada apa yang dilihat dan diketahui mengenai tata surya kita. Karena kita semakin sering melihat sistem eksoplanet yang berbeda, kita mulai meninjau kembali teori-teori ini," dia menjelaskan.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Dukung Transformasi Cloud ke AI, Data Center "Wajib" Punya Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pencurian di Resto Milik Praz Teguh Terekam CCTV, Polisi Selidiki
• 2 jam laludetik.com
thumb
Zulkifli Hasan Melapor ke Presiden Prabowo soal Harga Cabai Mahal Usai Pengecekan Pangan di Sejumlah Daerah
• 9 jam lalupantau.com
thumb
IHSG Seharian Merah, Ditutup Anjlok 4,57 Persen ke 7.577
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Posko Motis Kemenhub di Stasiun Depok Baru Mulai Didatangi Warga Pemudik
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Saka Girang Bisa Persembahkan Kemenangan di Laga ke-300 dengan Arsenal
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.