Obesitas tak hanya dipengaruhi makan berlebih dan kurang olahraga

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis gizi klinik Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes. mengemukakan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang kompleks bukan hanya sekedar dipengaruhi makanan berlebih dan kurang berolahraga.

“Tapi ternyata obesitas itu sangat kompleks enggak cuma in take output doang. Ada banyak sekali faktor multifaktorial,” kata Diana dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu.

Dokter yang menyelesaikan pendidikan spesialis gizi klinik di Universitas Indonesia itu menyampaikan faktor multifaktorial yang mempengaruhi obesitas termasuk salah satunya hormon.

Baca juga: Ukuran celana bisa jadi alarm dini obesitas

Baca juga: Satu botol minuman manis bisa penuhi hampir separuh batas gula harian

Di dalam tubuh terdapat hormon-hormon tertentu yang mengatur nafsu makan, kenyang, serta rasa lapar. Namun, pada individu sistem ini tidak berfungsi dengan semestinya, misalnya seseorang sudah makan sampai kenyang, tetapi masih merasakan lapar

“Berarti ada sinyal-sinyal di dalam tubuh kita tuh enggak beres gitu, enggak cuma masalah kita atur makan terus olahraga gerak. Ada banyak faktor yang menghambat, menyebabkan kadang orang itu sudah turun, atur makan, olahraga, tapi bisa balik lagi beratnya,” jelas dia.

Diana juga menyampaikan berdasarkan penelitian terdapat sel-sel memori dalam tubuh yang berperan dalam proses kenaikan berat badan kembali. Perubahan hormonal serta kapasitas lambung juga turut memengaruhi rasa lapar dan keinginan untuk makan.

“Itu banyak banget yang aku sering dapat di praktik, dia udah turun tapi nanti naik lagi. Urusan hormonalnya ini yang bikin error tadi,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Diana menambahkan pentingnya menerapkan mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran agar tidak terjadi kenaikan berat badan berlebih.

“Pentingnya mindful eating itu. Jadi mau Lebaran, Natal, ya makan aja tapi tahu porsi. Karena tahu porsi, tahu butuhnya berapa ya cukup, nggak akan kebanyakan,” kata dia.

Baca juga: Audy Item cerita perjuangan melawan obesitas

Baca juga: Obesitas berisiko memicu gangguan reproduksi hingga Alzheimer

Baca juga: Prevalensi obesitas naik, masyarakat diminta cermat pilih pangan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gibran dorong santri adaptif terhadap AI dan teknologi robotik
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Mardiono Tegaskan Sikap Konflik Internasional Harus Berpijak Pada Nilai UUD 1945
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
BNI Gelar Mudik Gratis BUMN 2026, Berangkat 17 Maret
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Dapur MBG Dibangun di Daerah Terpencil
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ayu Dewi Totalitas Usahakan Segala Cara Demi Anak Bangun Sahur
• 22 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.