Kehadiran Indonesia di BoP Dinilai Perkuat Peran Diplomasi Perdamaian

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BOP) dinilai sebagai bagian langkah diplomasi yang sejalan dengan amanat konstitusi untuk turut serta dalam menjaga perdamaian dunia. Pengamat hubungan internasional, Subhan Yusuf, menilai keterlibatan Indonesia di forum tersebut mencerminkan kebijakan luar negeri yang strategis dan berbasis kepentingan nasional, khususnya dalam konteks konflik di kawasan Timur Tengah.

"Yang utamanya adalah Indonesia hadir untuk berperan dalam 'addresing the elephant in the room', di tengah masalah yang nyata seperti pendekatan diplomatis terus terhambat, serta sikap abai pemimpin kawasan yang terjebak dalam fear factor," jelas Subhan.

Baca Juga :

Indonesia Dinilai Harus Pertegas Sikap Tanpa Keluar dari BoP
 
Dia menjelaskan BOP memiliki pendekatan yang mirip dengan Marshall Plan pasca Perang Dunia Kedua, yaitu pembangunan kembali wilayah setelah perang. Dalam konteks tersebut, Indonesia dinilai memiliki ruang untuk berkontribusi secara konstruktif, termasuk dalam memastikan proses pembangunan memberi manfaat bagi Palestina.

Dia menegaskan keterlibatan Indonesia di BOP tidak serta merta menempatkan Indonesia sebagai sekutu subordinatif negara tertentu, melainkan sebagai mitra strategis dalam upaya perdamaian kawasan.

"Dalam dinamika Hubungan Intenasional, itu dapat dibaca sebagai partispasi berbasis isu strategis bagi dunia, bukan alliance atau persekutuan tanpa basis sama sekali," terangnya.

Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. Foto: ANTARA/Anadolu/py.


Subhan juga menekankan bahwa BOP bukan pakta militer seperti NATO yang memiliki kewajiban dukungan militer antaranggota. Karena itu, menurutnya, keanggotaan Indonesia tidak dapat dikaitkan dengan kebijakan militer negara lain.

"BOP bukan aliansi militer seperti NATO. Jadi Indonesia sebagai anggota dari BOP tidak bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri Amerika Serikat, meski mungkin secara normatif memiliki kemungkinan untuk komunikasi konsultatif," terang jelasnya.

Ia menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dalam konteks BOP berada dalam jalur diplomasi internasional yang tepat, terutama di tengah terbatasnya terobosan penyelesaian konflik Palestina dari berbagai aktor kawasan.

"Saya melihat Presiden Prabowo sejauh ini melangkah dalam koridor diplomasi Internasional yang legitimate, dan berdampak positif bagi citra Indonesia dan juga nilai-nilai ke-Indonesia-an di hadapan publik global," pungkasnya.

Partisipasi Indonesia di BOP pun dipandang sebagai bagian dari konsistensi politik luar negeri bebas aktif, dengan tetap menjaga independensi sekaligus berkontribusi pada upaya perdamaian global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Begini Cara Cek Status Kepemilikan Kendaraan Sebelum Membeli Mobil Bekas
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Danantara: Konflik AS–Iran Buka Peluang Baru Bagi Indonesia
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lalu Lintas Kapal Tanker Minyak Melalui Selat Hormuz Turun 90%
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Rosan Sebut Investasi PLTS Capai USD 1,4 M, Pembangunan Rampung 2026
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Sesi I Menguat 1,67 Persen ke 7.703
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.