Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan risiko paling buruk atas konflik di Timur Tengah yaitu eskalasi lebih besar, bahkan banyak melibatkan negara lain.
"Risiko paling buruk adalah eskalasi yang lebih besar," kata Sugiono di Hotel Fairmont, dikutip Kamis (5/3/2026).
Advertisement
Sugiono berharap ada de-eskalasi sehingga kondisi bisa lebih mereda. Selain itu, dia juga menyesali gagalnya perundingan antara AS dan Iran.
"Kita menginginkan ada de-eskalasi, kemudian situasi mereda, ya kan. Dan juga kita sudah sampaikan kita menyesali gagalnya perundingan yang kemudian menyebabkan situasi itu terjadi," ungkap dia.
Selain itu, Sugiono menekankan bagi setiap negara untuk menghormati prinsip dan kedaulatan negara lain. "Intinya adalah bahwa ya kita berharap agar prinsip-prinsip hukum-hukum internasional. Piagam PBB itu tetap dihormati," sambungnya.




