FAJAR, MAKASSAR – Proyek perbaikan Jalan Hertasning Makassar mendapat pengawasan ketat dari DPRD. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap membongkar aspal jika tidak sesuai spesifikasi.
Kualitas pekerjaan akan diuji melalui laboratorium untuk memastikan standar. Kontraktor wajib memperbaiki kerusakan sebelum proses pembayaran dilakukan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, Andi Ihsan, menyatakan bahwa proyek yang masuk dalam paket Multiyears Contract (MYC) ini harus dikerjakan sesuai standar baku.
Jika hasil pengerjaan terbukti di bawah standar spesifikasi, pihak rekanan wajib melakukan pembongkaran ulang.
“Kami mendukung sepenuhnya pengawasan dari dewan karena itu merupakan representasi suara masyarakat,” ujar Andi Ihsan dalam keterangan resminya, Kamis (5/3/2026).
Uji Laboratorium Jadi Penentu Kualitas
Menanggapi sorotan mengenai kualitas aspal, Ihsan menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya dilakukan secara visual. Setiap bagian pekerjaan yang dianggap meragukan akan melalui serangkaian pengujian di laboratorium untuk memastikan kesesuaian dengan kontrak.
“Jika ada bagian yang dinilai kurang berkualitas, parameter utamanya adalah uji laboratorium. Bagian proyek yang tidak memenuhi spesifikasi pasti akan kami bongkar dan wajib dibenahi kembali,” tegasnya.
Ihsan juga menambahkan bahwa hingga saat ini, Pemprov belum melakukan pembayaran kepada pihak kontraktor. Dana baru akan dicairkan setelah seluruh tahapan proyek rampung dan dinyatakan lolos verifikasi kualitas.
Proyek jangka panjang ini sendiri dijadwalkan terus berjalan secara bertahap hingga tahun 2027.
Teknis Pengerjaan: Rehabilitasi Minor dan Lapis AC-WC
Untuk ruas Jalan Hertasning, penanganan yang diterapkan adalah rehabilitasi minor. Skema pengerjaannya meliputi:
Penambalan Lubang: Perbaikan titik-titik jalan yang rusak sebelum pelapisan utama.
Lapis Aus (AC-WC): Pemberian lapisan Asphalt Concrete-Wearing Course dengan ketebalan standar 4 sentimeter.
Secara teknis, lapisan AC-WC memiliki kadar aspal dan agregat halus yang lebih tinggi dibandingkan lapisan di bawahnya. Hal ini bertujuan agar permukaan jalan lebih kedap air, tekstur lebih halus, dan mampu menahan beban lalu lintas menengah hingga berat yang melintasi area Hertasning.
“AC-WC memang standar baku untuk lapis paling atas agar aspal lebih rapat dan nyaman saat dilalui kendaraan,” pungkas Ihsan. (*)




