Grid.ID - Wardatina Mawa menunjukkan ketegasan sikap di tengah polemik rumah tangganya. Di balik gugatan cerai yang telah didaftarkan ke Pengadilan Agama Lubuk Pakam, ada prinsip kuat yang ia pegang soal harga diri dan batas toleransi dalam hubungan.
Sejak awal, Mawa mengaku sudah menyatakan tekad untuk tidak kembali. Ia meminta agar keputusan tersebut tidak lagi dipatahkan dengan narasi seolah dirinya masih bisa dirayu untuk rujuk.
“Saya tidak akan mau kembali lagi dan tidak akan tergoyahkan dengan rayuan-rayuan maut apapun,” tegas Wardatina Mawa yang dikutip melalui tayangan Youtube Reyben Entertainment, Rabu (4/3/2026).
Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang bahwa hubungan mereka masih berpeluang disatukan. Mawa menegaskan, baginya ketika sudah selesai maka benar-benar berakhir.
Ia juga menyoroti sikap pihak sebelah yang dinilainya kerap menyudutkan dirinya di media. Mawa mengaku selama ini memilih diam meski merasa dipermalukan.
“Kalau saya bilang selesai, selesai dan saya enggak bakalan melanjutkannya lagi,” ungkapnya.
Lebih jauh, Mawa menyampaikan bahwa ia memiliki hak untuk menentukan masa depannya sendiri. Ia tak ingin terus berada dalam hubungan yang menurutnya penuh pengkhianatan.
Baginya, keputusan berpisah bukan sekadar emosi sesaat. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap diri sendiri dan upaya menjaga martabat.
“Saya punya harga diri, saya punya hak untuk melepaskan semuanya,” katanya.
Mawa juga meminta publik berhenti menyalahkan orang-orang terdekatnya. Ia menegaskan bahwa dukungan yang diterimanya murni untuk kebaikan dirinya, bukan bentuk intervensi.
Di tengah tekanan yang datang, ia memilih memperkuat diri dan berfokus pada kehidupan yang lebih sehat. Ia ingin membangun kembali hidupnya dengan lebih tenang tanpa konflik berkepanjangan.
“Saya mau hidup saya tenang dan fokus untuk anak saya,” tutupnya.
Dengan sikap tegas tersebut, Mawa berharap polemik tidak lagi melebar ke mana-mana. Ia hanya meminta satu hal: hormati keputusan yang sudah diambil secara sadar dan penuh pertimbangan. (*)
Artikel Asli



