Cianjur: Kondisi konflik yang memanas di Timur Tengah cukup berpengaruh terhadap pelaksanaan ibadah umrah. Menyikapi hal tersebut, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cianjur meminta agen perjalanan menunda memberangkatkan jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cianjur, Herriyanto telah berkoordinasi dengan semua penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) atau travel di wilayahnya. Ia menyampaikan imbauan agar travel menunda sementara pemberangkatan jemaah di tengah situasi yang sedang memanas di Timur Tengah.
"Kami sudah mengimbau pihak travel agar menunda terlebih dulu keberangkatan umrah," kata Herriyanto, dikutip Media Indonesia, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca Juga :
Asrama Haji Grand El Hajj Cipondoh Resmi Beroperasi
Namun, Herriyanto menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah hanya sebatas memberikan imbauan. Artinya, kebijakan pemberangkatan dikembalikan lagi kepada masing-masing PPIU setelah mempertimbangkan berbagai aspek, seperti tiket dan hotel yang mungkin sudah dipesan.
"Mungkin ada (PPIU) yang sudah booking tiket, hotel, dan lain-lain. Nah itu dikembalikan lagi kepada PPIU," ungkap dia.
Ilustrasi umrah. Foto: dok Istimewa.
Dengan konflik yang terjadi saat ini, Herriyanto menegaskan negara tentu harus hadir untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga negaranya. Hal ini termasuk memastikan ibadah umrah yang dilaksanakan jemaah bisa berjalan aman dan lancar.
"Di sini negara hadir untuk menjaga keselamatan dan menjaga agar jemaah bisa melaksanakan ibadah umrah dengan khusyuk, aman, dan lancar," katanya.




