FAJAR, MAKASSAR – Predikat Masjid 99 Kubah sebagai ikon kemegahan Sulsel mendadak luntur. Berganti julukan satir menjadi “Masjid 99 Baskom”.
Sindiran menohok ini dilontarkan langsung oleh Anggota Komisi D DPRD Sulsel saat melakukan kunjungan pengawasan. Hal ini menyusul kondisi rumah ibadah tersebut yang kini dikepung kebocoran parah di berbagai titik.
Pemandangan miris terlihat jelas di lantai utama hingga lantai dua masjid. Bukannya kemegahan arsitektur yang menyambut, para wakil rakyat justru mendapati puluhan baskom dan ember bertebaran untuk menampung kucuran air hujan.
Hal ini memicu kegeraman luar biasa, mengingat anggaran miliaran rupiah telah digelontorkan, namun masalah kebocoran justru kian menjadi-jadi.
Tak ayal, anggota DPRD Sulsel Lukman B Kady menyebut Masjid 98 Kubah ini sebagai “Masjid 99 Baskom”. Lantaran terjadi kebocoran di mana-mana.
“Ini ada berapa baskom dan ember, kalau order lagi kasih cukup 99 sekalian,” sindir Lukman B Kady kepada sejumlah marbot, pihak dinas, kontraktor dan konsultan pengerjaan perbaikan Masjid 99 Kubah tersebut
Ia menyindir kondisi tersebut dengan menyebut Masjid 99 Kubah ini merupakan ikon Sulsel itu seharusnya tidak berada dalam kondisi memprihatinkan.
“Pak Inspektorat saya bilang, kalau mau beli baskom untuk menampung ini. Beli saja 99 baskom. Ini ikon Sulsel begini, malu-malu,” ujarnya kepada Kepala Inspektorat Sulsel, Marwan Mansyur.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid juga bersuara. Apalagi lantaran pihaknya baru saja menggelontorkan Rp4,5 miliar unruk mengatasi kebocoran di Masjid tersebut, namun justru bertambah banyak.
“Ini bocornya semakin banyak. Jadi apa gunanya kita sudah anggarkan Rp4,5 miliar tahun lalu ternyata semakin parah,” kata Kadir Halid di sela kunjungan pengawasan siang tadi.
Manurut Kadir, masjid yang menjadi ikon Sulsel ini telah menyedot anggaran ratusan miliar. Namun, tidak memberi rasa nyaman saat beribadah di dalam.
“Rumah saya kan dekat di sini. Saya lihat kok banyak ember dan baskom. Bocornya banyak sekali. Banyak bupati yang kebetulan salat di sini menginfokan ke saya,” kata politikus Partai Golkar Sulsel ini.
Dalam peninjauan tersebut, keduanya terlihat berjalan di area lantai utama hingga ke lantai 2 sambil memperhatikan genangan air di sejumlah titik.
Menurut Kadir, baskom yang diletakkan di sejumlah titik merupakan upaya sementara untuk menampung air dari kebocoran atap.
Hadir juga melakukan peninjauan Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel H Abdul Rahman dan anggota Komisi D, Muhammad Sadar. (nas)




