Pemerintah militer Myanmar akan membatasi penggunaan kendaraan pribadi mulai Sabtu (7/3) mendatang untuk menghemat BBM karena gangguan pada jalur pelayaran Timur Tengah yang mengancam pasokan energi negara itu.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis (5/3), mobil dan motor pribadi -- kecuali kendaraan listrik (EV) -- hanya akan diizinkan di jalan setiap dua hari sekali berdasarkan nomor plat kendaraan. Nomor plat genap diperbolehkan berada di jalan pada tanggal genap, dan nomor plat ganjil diperbolehkan berada di jalan pada tanggal ganjil.
"Konflik bersenjata di Timur Tengah telah menyebabkan hambatan dan blokade di sepanjang lalu lintas maritim untuk mengimpor BBM oleh kapal tanker minyak," kata Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional dalam pernyataannya.
Myanmar sangat bergantung pada impor bahan bakar, sehingga rentan terhadap gangguan rute pasokan minyak global karena ketegangan di Timur Tengah mengancam pengiriman.
Namun, juru bicara junta Mayjen Zaw Min Tun mengatakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi bukan berarti Myanmar kekurangan cadangan BBM. Ia mengatakan, langkah tersebut dikeluarkan sebagai tindakan pencegahan untuk mempersiapkan kemungkinan gangguan jangka panjang dan untuk memastikan BBM digunakan secara lebih sistematik.
Myanmar memiliki cadangan sekitar 60 juta galon bensin dan hampir 70 juta galon cadangan solar yang cukup untuk konsumsi nasional sekitar 40 hari. Konsumsi harian BBM sekitar 3,2 juta galon.
"Saat ini ada dua kapal tanker di pelabuhan yang menunggu bongkar muat, sementara 14 lainnya yang sudah dibeli sedang dalam perjalanan ke Myanmar," ujar Zaw Min Tun. Kapal tersebut diperkirakan akan berlabuh di pelabuhan di wilayah Yangon dalam beberapa hari mendatang.
Kekurangan BBM di Myanmar Mulai Terasa, Warga Ngantre di SPBUMeski demikian, kekurangan BBM mulai muncul di beberapa bagian negara. Antrean panjang juga mulai terlihat di SPBU di kota-kota termasuk Mandalay, sekitar 245 kilometer di utara ibu kota Naypyidaw, sementara pasokan di negara bagian Shan menipis setelah impor dari Thailand dihentikan.
Zaw Min Tun mendesak warga untuk tidak panik karena Myanmar sebagian besar mengimpor BBM dari Singapura dan Malaysia, yang kilang minyaknya terus beroperasi meski terjadi konflik di Timur Tengah akibat serangan AS-Israel ke Iran.
"Kami tidak melihat kemungkinan kekurangan BBM di sini," katanya. SPBU akan tetap buka seperti biasanya.
Sementara itu, transportasi publik, truk BBM, dan layanan penting lainnya akan dikecualikan dari pembatasan tersebut. Otoritas juga memperingatkan masyarakat agar tidak menimbun atau menjual kembali BBM dengan harga yang lebih tinggi. Yang melanggar akan menghadapi tindakan hukum.




