Komisi XII DPR Bakal Panggil Bahlil Bahas Stok BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi XII DPR RI berencana menggelar rapat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, untuk secara khusus membahas ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan mengatakan, pembahasan tersebut diagendakan DPR saat kembali memasuki masa sidang, setelah masa reses berakhir pada 10 Maret 2026.

“Iya, kebetulan memang sekarang kan masa reses sehingga para anggota masih di dapil masing-masing, tapi nanti setelah dimulai masa persidangan pasti akan segera diagendakan ya untuk terkait membahas masalah ketahanan BBM ini,” kata Putri saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (5/4/2026).

Baca juga: Bahlil Ungkap Perintah Prabowo: Jangan Ada Kelangkaan BBM Jelang Lebaran

Putri menilai, isu ketahanan energi penting untuk dibahas, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi.

Menurut dia, pemerintah juga telah menyiapkan langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, salah satunya dengan memperbesar kapasitas penyimpanan BBM.

“Iya, kemarin kita juga sudah menyaksikan ya, Pak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa arahan langsung dari Bapak Presiden itu storage kita nanti akan diperbesar. Memang sekarang storage kita itu hanya cukup untuk 21 sampai dengan 25 hari gitu,” kata Putri.

Dia menambahkan, rencana pembangunan fasilitas penyimpanan BBM yang lebih besar juga sedang dijajaki oleh pemerintah, salah satunya di wilayah Sumatera.

Baca juga: Bahlil Ungkap Sumatera Jadi Lokasi Alternatif Terbaik untuk Bangun Penyimpanan BBM

“Jadi nanti ke depannya akan dibangun storage yang lebih besar, kemungkinan di Provinsi Sumatera sedang dijajaki dulu,” kata Putri.

Putri menilai, momentum saat ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional agar Indonesia memiliki cadangan energi yang memadai.

“Ya ini saya rasa juga momentum yang tepat, memang ketahanan energi, swasembada energi itu menjadi sesuatu yang sangat penting gitu, agar kita bisa memiliki kecukupan energi di Indonesia,” tutur dia.

Dia juga mengingatkan bahwa standar cadangan energi secara internasional jauh lebih besar dibandingkan kemampuan penyimpanan BBM Indonesia saat ini.

“Ya kalau kita mengacu yang aturan internasional itu kan memang 60 hari gitu. Nanti harapannya ke depan mudah-mudahan Indonesia bisa seperti itu,” pungkas Putri.

Baca juga: Dasco Temui Prabowo Bahas Stimulus hingga Cadangan BBM dan LPG Jelang Lebaran

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa stok BBM nasional saat ini hanya berkisar 21–25 hari.

Kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan kapasitas fasilitas penyimpanan di dalam negeri.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Kenapa enggak kita melakukan persediaan lebih dari 25 hari? Kalau kita adakan, kita mau simpan di mana? Storage-nya enggak cukup,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Siang hingga Sore Berpotensi Hujan Disertai Petir
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Pelaku Industri Hiburan Minta Dilibatkan Peraturan Teknis Perda KTR DKI Jakarta
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Mulai dari Nol Lagi, Jonathan Frizzy Buka Kedai Kopi dan Belajar Bisnis dari Raffi Ahmad
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Perilaku Konsumen Berubah, Industri Asuransi Sasar Digital
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Intelijen Amerika Serikat Pantau Suksesi Iran, Awasi Pengganti Khamenei
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.