Bisnis.com, JAKARTA – Emiten Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) menambah kepemilikan modalnya di anak usahanya yang bergerak di bisnis food and beverage (F&B), PT Culina Global Utama (CGU) melalui transaksi jual beli saham.
PT Culina Global Utama merupakan anak usaha BUVA dengan kepemilikan saham sebesar 50,24% sebelum transaksi terjadi. Transaksi tersebut juga melibatkan PT Global Nuansa Abadi (GNA), yang merupakan pemegang saham CGU dengan porsi 49,76%. Selain itu, juga ada PT Bukit Bali Permai (BBP) yang merupakan entitas anak usaha BUVA dengan kepemilikan sebesar 99,99%.
Melansir keterbukaan infirmasi, PT Global Nuansa Abadi menjual 6.839 lembar kepemilikan saham di PT Culina Global Utama dengan nilai nominal Rp2,25 miliar kepada BUVA. Sementara itu, PT Global Nuansa Abadi juga menjual 140 saham dengan nilai nominal Rp46,22 juta kepada PT Bukit Bali Permai.
Usai transaksi tersebut, pemilik PT Culina Global Utama dari yang sebelumnya 50,24% dimiliki BUVA dan 49,76% dimiliki PT Global Nuansa Abadi, menjadi 99% dimiliki BUVA dan 1% digenggam oleh PT Bukit Bali Permai.
Sebagai informasi, PT Culina Global Utama merupakan anak usaha BUVA yang bergerak di segmen bisnis food and beverage (F&B) yang mengoperasikan restoran Italia, Liberte Italian Cuisine. Di segmen food and beverage ini, BUVA juga memiliki anak usaha lainnya, yakni PT Kharisma Jawara Abadi.
Menilik laporan keuangan perseroan dalam 9 bulan pertama 2025, segmen makanan dan minuman berkontribusi atas penjualan sebesar Rp90,42 miliar. Angka ini naik dibanding Rp83,49 miliar pada periode yang sama 2024. Dalam persentase, segmen ini menyumbang 31% dari total penjualan BUVA sebesar Rp288,71 miliar.
Adapun, pendapatan BUVA secara konsolidasi masih berasal dari bisnis perhotelan di mana segmen kamar dengan nilai Rp176,93 miliar atau 61% dari total penjualan selama 9 bulan pertama 2025. Penjualan segmen ini juga naik dibanding Rp168,06 miliar pada periode yang sama 2024.
Di bisnis perhotelan BUVA memiliki empat anak usaha, yaitu PT Mandra Alila, PT Bukit Lagoi Villa, PT Sitaro Mitra Abadi, dan PT Mitra Banyuwangi Selaras. Dari bisnis yang sedang dijalankan anak usahanya itu, dua sedang dalam tahap perencanaan.
Bisnis makanan dan minuman BUVA rupanya memberikan beban pokok pendapatan yang lebih besar dibanding segmen kamar meski kontribusi penjualannya lebih kecil. Perinciannya, beban pokok pendapatan dari segmen kamar dalam 9 bulan pertama 2025 sebesar Rp35,92 miliar naik dari Rp31,81 miliar dibanding periode yang sama 2024. Di sisi lain, segmen makanan dan minuman menyumbang beban pokok sebesar Rp44,35 miliar, naik dari Rp41,11 miliar.





