Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera melakukan demutualisasi sebagai amanat UU P2SK tahun ini. Demutualisasi ini disebut memiliki manfaat utama agar membuat Bursa lebih independen.
Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menjelaskan manfaat utama demutualisasi BEI adalah membuat bursa lebih independen dan profesional, karena struktur kepemilikanya tidak lagi melekat pada Anggota Bursa.
“Dampaknya, konflik kepentingan berkurang, tata kelola dan pengawasan pasar bisa lebih kuat, dan pengambilan keputusan bisnis bursa jadi lebih cepat serta lebih market-oriented,” ujar Ekky, Rabu (4/3/2026).
Menurut Ekky, hal ini pada akhirnya bisa meningkatkan kepercayaan dan daya saing BEI dibanding bursa regional. Hal ini karena investor cenderung lebih nyaman di pasar yang governance-nya jelas dan transparan.
Ekky menilai efek demutualisasi untuk likuiditas dan investor asing memang tidak instan, tetapi arahnya positif melalui beberapa jalur. Pertama, kepercayaan pasar naik sehingga persepsi risiko turun dan asing lebih nyaman masuk.
Kedua, bursa punya ruang lebih besar untuk mendorong kebijakan yang pro-likuiditas. Ketiga, jika ke depan struktur korporasi bursa makin terbuka, maka bursa juga punya peluang lebih kuat untuk investasi teknologi dan layanan data, yang ujungnya membuat pasar lebih efisien dan menarik bagi investor global.
Baca Juga
- OJK Klaim Demutualisasi Bursa Bisa Dorong Minat IPO
- Demutualisasi BEI jadi Jalan Pintas Menuju Bursa Kelas Dunia Lewat IPO Mandiri
- OJK Kebut Demutualisasi BEI, Beleid Masih Disusun di Kemenkeu
Sebelumnya, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan dari seluruh bursa besar yang ada di dunia, salah satu bursa yang belum melakukan demutualisasi adalah BEI. Saat ini, kata Jeffrey, BEI masuk dalam 20 bursa besar dunia dari segi transaksi.
“Dengan demutualisasi, kami percaya bursa akan lebih modern, lebih lincah, dan tentu akan menjadi lebih profesional,” ujar Jeffrey di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Lebih lanjut, Jeffrey menuturkan demutualisasi akan membuka peluang kepada seluruh pihak, tidak hanya bursa saja, melainkan juga shareholders.
Dengan demutualisasi, tujuan Bursa dalam 4-5 tahun ke depan adalah bisa berada di posisi 10 besar bursa dunia.





