Pasien Campak di Kota Yogya: Ada Dewasa hingga Tertular Usai Kembali dari Bogor

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengatakan di tahun 2026 ini ada 45 kasus suspek campak. Enam di antaranya positif.

Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, mengatakan keenam kasus positif ini diketahui menolak vaksinasi campak.

"Suspek 45 semuanya kita lakukan pemeriksaan laboratorium. Kemudian dari hasil itu yang positifnya 6," kata Lana saat dihubungi, Kamis (5/3).

"Kalau yang di Kota Yogya (kasus positif) sih biasanya menolak (vaksin) ya," katanya.

Lana mengatakan 1 dari 6 kasus positif itu adalah orang dewasa berusia 28 tahun. Dia juga mengkonfirmasi ada kasus balita yang diduga tertular dari perjalanan luar kota tepatnya Bogor.

"(Usia) satu itu kurang dari 1 tahun, terus 5 tahun ada satu orang, 6 tahun satu, kemudian 8 tahun dua orang, satu lagi dewasa 28 tahun, ada yang kena juga dewasa. Dewasa satu, dari data enam itu," katanya.

"Iya betul (satu dari perjalanan luar kota)," katanya.

Keenam kasus positif itu sudah dinyatakan sembuh. Tidak ada kasus kematian karena campak di Kota Yogya.

Capaian vaksinasi di Kota Yogyakarta menurut Lana termasuk yang tertinggi di angka 96-97 persen. Namun target dinas tetap di angka 100 persen. Meski diakui masih ada orang tua yang tak memperbolehkan anaknya divaksin.

"Kami dan teman-teman Puskesmas ya sudah mengedukasi gitu untuk supaya melakukan vaksinasi. Karena kan sebetulnya vaksinasi pada anak, bayi, balita ini hampir semua tersedia ya di Puskesmas. Cuma itu tadi, memang masih ada beberapa kasus yang dari pihak orang tuanya itu memang menolak," katanya.

Lana mengatakan vaksin untuk campak ini gratis di puskesmas.

Ke depan pihaknya akan melakukan pendekatan lintas sektor dengan wilayah dan tokoh-tokoh agama juga.

"Tapi ya namanya orang yang sudah, mempunyai anggapan vaksin itu nggak perlu gitu ya. Jadi itu memang agak susah. Mungkin yang harus kita lakukan ya lebih gigih lagi untuk menyebarluaskan informasi," katanya.

Tingginya kasus campak secara nasional diharapkan bisa jadi titik poin menginformasikan ke masyarakat pentingnya vaksinasi campak.

Lana mengatakan gejala utama campak adalah demam karena merupakan infeksi. Kemudian diikuti dengan ruam kemerahan.

Penularan campak ini bisa melalui percikan droplet seperti saat bersin atau batuk.

Misalkan tidak segera ditangani dan kondisi anak saat itu kurang bagus seperti kurang gizi dan lain sebagainya maka akan berbahaya.

"Itu nanti yang dikhawatirkan nanti ya bisa ke organ yang lain, bisa ke radang paru-paru, bisa ke otaknya radang otak, bahkan ya bisa ke kematian gitu," katanya.

Penyembuhan campak ini tergantung kondisi pasien. Jika tidak terlalu berat maka bisa sembuh dalam lima sampai tujuh hari.

"Tapi kalau misal sampai ke komplikasi tentunya akan lebih lama," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Analis Proyeksi Saham Energi Bisa Bersinar saat IHSG Melemah
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan Tunggu Surat Ketua PN Jakarta Pusat
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Remaja Tewas Tertembak Polisi, Kapolrestabes Makassar: Ini Kelalaian Anggota Kami
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Cegah Aktivitas Negatif, Pemkot Jaktim Tambah Lampu Sorot di Hutan Kota Cawang
• 9 jam lalukompas.com
thumb
3 Pemain Kartu Truf Dewa United saat Menghadapi Manila Digger di Leg 1 Perempat Final AFC Challenge League 2025/2026
• 9 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.