Kereta Ekonomi Jadi Primadona Warga Jakarta

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Di tengah situasi ekonomi saat ini, momen libur panjang Lebaran tentu menuntut alokasi dana yang lebih bijak. Tak heran, tiket kereta api kelas ekonomi kini menjadi primadona yang paling diburu masyarakat untuk mudik ke kampung halaman.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api ekonomi. Hingga Kamis (5/3/2026), dari 600.383 tiket jarak jauh terjual untuk periode mudik Lebaran, sebanyak 378.324 tiket merupakan kelas ekonomi, lebih tinggi dibandingkan kelas eksekutif yang tercatat sebanyak 211.566 tiket.

Baca JugaMudik Naik Kereta Api? Berikut Tipsnya

Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, kereta api ekonomi masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, terutama bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh dengan biaya yang lebih terjangkau.

”Kereta api ekonomi masih menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan tarif yang terjangkau dengan tingkat keamanan dan kenyamanan perjalanan yang terus kami jaga," ujar Franoto di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, dari total 378.324 tiket kereta ekonomi yang terjual, sebanyak 74.055 di antaranya merupakan tiket kereta api ekonomi bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO). Jumlah tersebut telah mencapai 93 persen dari total kapasitas kursi yang tersedia.

Sejumlah kereta api ekonomi PSO yang menjadi favorit masyarakat dan berangkat dari Stasiun Pasar Senen antara lain KA Bengawan dengan tarif sekitar Rp 74.000, KA Airlangga sekitar Rp 104.000, KA Serayu sekitar Rp 67.000, serta KA Cikuray dengan tarif Rp 45.000.

Baca JugaAntusiasme Tinggi, 488.000 Warga Jakarta Amankan Tiket Kereta

Menurut Franoto, tarif murah pada kereta ekonomi PSO merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah melalui skema subsidi agar masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang terjangkau.

”Program PSO yang diberikan pemerintah merupakan bentuk keberpihakan pada transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat. Dengan tarif yang relatif murah, masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan jauh secara aman dan nyaman menggunakan kereta api,” kata Franoto.

Meski tingkat pemesanan cukup tinggi, masyarakat masih memiliki kesempatan mendapatkan tiket kereta ekonomi bersubsidi. KAI mencatat masih tersedia sekitar 7.000 kursi untuk periode keberangkatan 23 Maret hingga 1 April 2026.

Selain kereta ekonomi bersubsidi, minat terhadap kereta api ekonomi komersial (non subsidi) juga cukup tinggi. Hingga awal Maret 2026, sebanyak 304.269 tiket telah dipesan dengan tingkat okupansi sekitar 67 persen dari total kapasitas yang tersedia.

Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat, terutama dengan adanya program stimulus ekonomi dari pemerintah berupa potongan tarif hingga 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial.

Program diskon ini berlaku untuk periode keberangkatan 14 Maret hingga 29 Maret 2026. Untuk periode diskon tersebut, KAI masih menyediakan sekitar 85.726 kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Baca JugaKereta Api, Moda Favorit Bepergian ke Luar Kota
Hemat

Hasna (34), warga Jakarta Barat, memilih kereta api kelas ekonomi untuk mudik tahun ini demi menghemat pengeluaran keluarga. Bersama suami dan dua anaknya, ia membutuhkan empat tiket, sehingga opsi kelas ekonomi dianggap lebih masuk akal.

Ia mendapatkan tiket dengan harga tak sampai Rp 300.000 per orang untuk perjalanan dari Jakarta ke Stasiun Wonokromo, Surabaya.

Hasna mengatakan, harga tiket kereta api kelas ekonomi relatif lebih terjangkau dibandingkan kelas eksekutif atau bisnis. Selisih harga tiket ini bisa digunakan untuk kebutuhan Lebaran, termasuk membeli baju Lebaran, memberikan THR keluarga di kampung, serta sedikit rekreasi bersama anak-anak.

”Kalau bisa dapat tiket yang lebih murah kenapa tidak. Uangnya bisa dipakai buat kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Hasna menilai, perjalanan menggunakan kereta ekonomi tetap aman dan nyaman. Meskipun harga lebih murah, fasilitas yang tersedia seperti kursi, pendingin ruangan, dan keamanan perjalanan membuatnya merasa tidak dirugikan.

Hasna juga mempertimbangkan durasi perjalanan dan fleksibilitas jadwal keberangkatan. Kereta ekonomi menyediakan berbagai jadwal keberangkatan, sehingga ia bisa menyesuaikan waktu berangkat.

”Kalau bisa dapat tiket yang lebih murah kenapa tidak. Uangnya bisa dipakai buat kebutuhan lainnya,”

Mudik gratis

Untuk membantu warga menghemat pengeluaran selama Ramadhan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menghadirkan sejumlah program mudik gratis. Salah satunya adalah Mudik Gratis jalur darat dengan bus, yang pendaftarannya telah dibuka sejak 22 Februari 2026 dengan kuota mencapai 26.500 orang.

Selain itu, Pemprov Jakarta juga tengah menyiapkan Mudik Gratis Angkutan Laut khusus bagi masyarakat yang ingin mudik ke wilayah Kepulauan Seribu.

Baca JugaMudik Gratis Pemprov Jakarta 2026 Dibuka 22 Februari, Cek Persyaratannya

Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo menuturkan, program ini ditujukan bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat Kepulauan Seribu yang ingin pulang ke kampung halaman menggunakan transportasi laut.

”Melalui program ini diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, serta tanpa biaya transportasi,” ujar Syafrin, Kamis (5/3/2026).

Pendaftaran program Mudik Gratis Angkutan Laut Pemprov Jakarta 2026 akan dibuka pada 9 hingga 12 Maret 2026. Seluruh calon peserta diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring melalui Google Form yang telah disiapkan oleh panitia.

Program ini melayani perjalanan menuju 10 pulau di Kepulauan Seribu, yakni Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Lancang, Pulau Pari, Pulau Kelapa, Pulau Payung, Pulau Harapan, Pulau Tidung, dan Pulau Sebira.

Setelah proses pendaftaran selesai, peserta akan menjalani tahap verifikasi secara daring yang dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 15 Maret 2026. Sementara itu, keberangkatan peserta mudik dijadwalkan pada 18 Maret 2026 dari Pelabuhan Muara Angke.

Baca JugaMudik ke Jakarta ”Aje”, Banyak Diskonan Gede dan Tontonan Kece

Adapun peserta yang dapat mengikuti program ini adalah pelajar, mahasiswa, atau masyarakat Kepulauan Seribu yang dapat dibuktikan dengan identitas diri seperti KTP, SIM, kartu pelajar, atau Kartu Keluarga. Bagi warga Kepulauan Seribu yang telah berpindah domisili, pendaftaran dapat dilakukan dengan melampirkan identitas diri serta surat keterangan dari kelurahan di Kepulauan Seribu.

Dalam pelaksanaannya, setiap akun pendaftaran dapat digunakan untuk mendaftarkan maksimal lima orang peserta dengan satu rute perjalanan. Anak berusia di atas tiga tahun juga wajib didaftarkan dan dibuktikan dengan kartu identitas anak, sementara barang bawaan penumpang dibatasi maksimal seukuran koper 20 inci.

Dishub Jakarta juga mengingatkan bahwa program mudik gratis ini hanya melayani keberangkatan dari Pelabuhan Muara Angke dan tidak menyediakan layanan arus balik dari Kepulauan Seribu. Pendaftaran akan ditutup apabila kuota peserta telah terpenuhi.

Untuk memberikan kemudahan informasi kepada masyarakat, Dishub Jakarta juga membuka layanan contact center di nomor 0821-4567-6525 yang dapat dihubungi pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Baca JugaMudik Gratis dari Jakarta, Berkah Lebaran di Tengah Impitan 
Imbauan mudik

Mendapatkan tiket perjalanan dengan harga terjangkau atau bahkan gratis memang membawa kelegaan bagi para pemudik. Namun, perjalanan jauh saat mudik juga kerap diiringi kekhawatiran terhadap kondisi rumah yang ditinggalkan kosong selama beberapa hari.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengimbau warga yang berencana mudik Lebaran agar melapor terlebih dahulu kepada pengurus lingkungan setempat, baik RT, RW, maupun kelurahan.

Langkah ini diharapkan dapat membantu memperkuat pengawasan terhadap rumah-rumah yang ditinggalkan oleh pemiliknya selama masa mudik.

Pramono menambahkan, Pemprov Jakarta juga tengah menyiapkan surat edaran resmi terkait imbauan tersebut. Surat edaran itu nantinya akan ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan disosialisasikan kepada masyarakat.

Meski surat edaran masih dalam proses penyusunan, Pramono menegaskan warga sebenarnya sudah dapat mulai melapor kepada pengurus lingkungan sejak sekarang apabila berencana mudik.

Selain itu, Pemprov Jakarta juga berencana menggalakkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di berbagai wilayah Jakarta selama periode mudik Lebaran berlangsung. Menurut Pramono, pengaktifan kembali ronda malam ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan warga sekaligus menjaga keamanan lingkungan.

”Untuk menjaga keamanan sekaligus ketertiban lingkungan, kegiatan siskamling akan kembali kami galakkan selama periode mudik,” kata Pramono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
New Veloz Hybrid EV Mengaspal Massal di Sulsel, Inden Tembus 500 Unit
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Daftar 10 Kendaraan Tabrakan Beruntun di KM 93 Tol Cipularang: Tronton-Hiace
• 3 jam laludetik.com
thumb
Safari Ramadan, Wali Kota Makassar Kenalkan Aplikasi LONTARA+ untuk Tingkatkan Komunikasi dan Pelayanan Publik
• 5 jam laluharianfajar
thumb
TASPEN Mulai Salurkan THR 2026 bagi 3,23 Juta Penerima Pensiun dengan Prinsip 5T
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Wardatina Mawa Buka Suara Usai Dituding dan Disudutkan, Pilih Fokus ke Anak dan Kesehatan Mental
• 14 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.