Moskow (ANTARA) - NATO seharusnya memusatkan perhatian pada kawasan Arktik di tengah meningkatnya persaingan global di wilayah tersebut, kata Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand.
"Fokus NATO kini tidak hanya harus ke timur, tetapi juga ke utara. NATO, Pakta Pertahanan Atlantik Utara, harus melihat ke utara," ujar Anand dalam konferensi keamanan dan pertahanan di Ottawa pada Rabu (4/3).
Ia mengatakan persaingan global semakin memanas di Arktik dan menyebut kehadiran Rusia sebagai salah satu ancaman regional.
"Ancaman berkembang, mulai dari perubahan iklim hingga ancaman ekonomi, serta ancaman strategis dan militer, seperti ketika infrastruktur Rusia bergerak semakin jauh ke utara menuju Lingkar Arktik," kata Anand.
Pada 12 Februari, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan bahwa Komando Utara dan Komando Eropa Amerika Serikat akan terlibat dalam misi Arktik NATO bertajuk "Arctic Sentry" (Penjaga Arktik).
Sehari sebelumnya, misi tersebut diluncurkan dengan tujuan mengintegrasikan operasi NATO dan para mitra yang mencakup Greenland, Islandia, Finlandia, serta jalur pelayaran Arktik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia menyoroti peningkatan aktivitas dan penempatan pasukan NATO yang belum pernah terjadi sebelumnya di dekat perbatasan baratnya.
Moskow menyatakan Rusia tidak mengancam siapa pun, tetapi tidak akan membiarkan tindakan yang berpotensi membahayakan kepentingannya.
NATO adalah aliansi militer yang didirikan pada 1949 dan kini beranggotakan 32 negara.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: NATO rancang operasi ofensif terhadap Rusia, kata asisten Putin
Baca juga: NATO dalam tahap perencanaan akhir untuk misi Arktik baru
"Fokus NATO kini tidak hanya harus ke timur, tetapi juga ke utara. NATO, Pakta Pertahanan Atlantik Utara, harus melihat ke utara," ujar Anand dalam konferensi keamanan dan pertahanan di Ottawa pada Rabu (4/3).
Ia mengatakan persaingan global semakin memanas di Arktik dan menyebut kehadiran Rusia sebagai salah satu ancaman regional.
"Ancaman berkembang, mulai dari perubahan iklim hingga ancaman ekonomi, serta ancaman strategis dan militer, seperti ketika infrastruktur Rusia bergerak semakin jauh ke utara menuju Lingkar Arktik," kata Anand.
Pada 12 Februari, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan bahwa Komando Utara dan Komando Eropa Amerika Serikat akan terlibat dalam misi Arktik NATO bertajuk "Arctic Sentry" (Penjaga Arktik).
Sehari sebelumnya, misi tersebut diluncurkan dengan tujuan mengintegrasikan operasi NATO dan para mitra yang mencakup Greenland, Islandia, Finlandia, serta jalur pelayaran Arktik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia menyoroti peningkatan aktivitas dan penempatan pasukan NATO yang belum pernah terjadi sebelumnya di dekat perbatasan baratnya.
Moskow menyatakan Rusia tidak mengancam siapa pun, tetapi tidak akan membiarkan tindakan yang berpotensi membahayakan kepentingannya.
NATO adalah aliansi militer yang didirikan pada 1949 dan kini beranggotakan 32 negara.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: NATO rancang operasi ofensif terhadap Rusia, kata asisten Putin
Baca juga: NATO dalam tahap perencanaan akhir untuk misi Arktik baru





