Me time jadi salah satu cara paling simpel buat mengurangi stres dan recharge energi setelah beraktivitas seharian. Di momen ini, kamu bisa rehat sejenak atau menyambangi tempat yang bikin pikiran terasa lebih rileks.
Biasanya, spot me time identik dengan tempat-tempat yang punya suasana tenang dan jauh dari keramaian, seperti area alam terbuka. Meski begitu, nggak semua orang punya selera yang sama. Pemilihan lokasi me time sangat dipengaruhi oleh karakter masing-masing orang.
Menurut laman Verywell Mind, orang dengan kepribadian ekstrovert cenderung merasa lebih nyaman saat berada di lingkungan yang ramai. Sebaliknya, sosok introvert biasanya lebih menikmati suasana minim distraksi.
Nah, beberapa teman kumparan punya spot bengong andalannya masing-masing. Kira-kira di mana saja? Yuk, simak cerita mereka di bawah ini!
Spot Bengong Favorit teman kumparanteman kumparan Rafi Aditya (25) mengaku cukup sering me time di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu atau yang lebih dikenal sebagai Taman Literasi Blok M. Spot favoritnya ada di area tangga atau taman hijaunya.
Meskipun berlokasi di tengah hiruk pikuk Jakarta, Taman Literasi memang terkenal dengan ambience yang tenang, udaranya sejuk, dan nyaman buat santai. Rafi bilang, “Tempatnya enak buat duduk lama, apalagi kalau sore”.
Biar suasananya lebih hidup, waktu me time-nya kadang juga diisi dengan baca buku, dengerin lagu pakai earphone, atau nulis ide-ide random di notes HP. Jadi tetap produktif, meskipun sebenarnya ia cuma lagi pengin istirahat dan menikmati waktu sendiri.
Di sisi lain, teman kumparan Lia (49) punya gaya yang berbeda. Sebagai penikmat kopi, ia memilih coffee shop untuk chill atau duduk-duduk santai. Nggak cuma minum kopi, Lia juga suka dengerin musik atau bahkan nyanyi-nyanyi kecil dalam hati.
Baginya, aktivitas sederhana itu sudah cukup bikin perasaan lebih lega. “(Kalau dengerin musik) hati bisa tenang dan rasa sedih akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.
Sebagaimana dijelaskan dalam laman American Psychological Association, mendengarkan musik dapat membantu menurunkan tingkat stres dan membuat pikiran jadi lebih rileks.
Musik bekerja dengan cara memengaruhi emosi dan sistem saraf, sehingga tubuh ikut merespons dengan rasa tenang. Nggak heran kalau banyak orang menjadikan musik sebagai “terapi” sederhana saat suasana hati lagi nggak karuan.
Nah, kalau kamu lebih suka suasana alam yang hijau dan asri, mungkin bakal satu selera dengan teman kumparan Dewi Tastawika (33). Ia suka bersantai di spot-spot yang dekat dengan air, seperti danau, pantai, atau sungai.
Di sana, Dewi biasanya duduk menikmati pemandangan atau curhat lewat tulisan. Meski jaraknya nggak terlalu dekat dari rumah, Dewi tetap rela naik transportasi umum demi sampai ke tempat favoritnya, lho. “Bulak balik, keliling naik TJ cuma buat bengong,” tuturnya.
Dari preferensi tempat favoritnya, terlihat jelas kalau Dewi memang tipe orang yang lebih nyaman me time di tempat sepi. Menurutnya, suasana yang minim distraksi terasa lebih mindful dan bikin hati jauh lebih tenang.
Kebiasaan mindfulness seperti itu ternyata punya banyak manfaat buat kesehatan. Dikutip dari laman HelpGuide, mindfulness dapat mengurangi stres, meningkatkan kesehatan mental dan fisik, bahkan bikin kualitas hidup terasa lebih baik.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan





