Terkini, Jeneponto – Seorang bocah laki-laki dilaporkan tenggelam di sebuah embung yang berada di wilayah Kallongerasa, Desa Turatea Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Kamis, 5 Maret 2026.
Korban diketahui bernama Sahrul (8).
Peristiwa tersebut menggegerkan warga sekitar setelah kabar hilangnya bocah tersebut menyebar di lingkungan setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sahrul diduga tenggelam di embung yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Hingga saat ini, penyebab pasti tenggelamnya korban masih belum diketahui.
Mendapat laporan dari masyarakat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jeneponto segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian. Proses pencarian juga melibatkan tim dari Basarnas Bantaeng yang turun langsung membantu operasi penyelamatan.
Selain petugas, sejumlah warga setempat turut membantu proses pencarian dengan menyisir area sekitar embung. Upaya pencarian dilakukan dengan berbagai cara, termasuk penyisiran di sekitar tepi embung dan pemantauan di area yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.
Beberapa waktu setelah pencarian dilakukan, tim penyelam dari Basarnas akhirnya berhasil menemukan korban di dalam embung. Jenazah bocah laki-laki berusia 8 tahun tersebut kemudian berhasil dievakuasi oleh tim SAR dari dalam air.
Proses evakuasi berlangsung dengan pengamanan dari petugas dan disaksikan oleh sejumlah warga yang sejak awal mengikuti perkembangan pencarian.
Setelah berhasil diangkat dari dalam air, jenazah korban kemudian dibawa ke daratan untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Banyak warga yang turut berbelasungkawa atas kejadian tragis yang menimpa bocah tersebut.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi kejadian secara lebih jelas. Petugas juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar area berair seperti embung, sungai, maupun kolam.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar lingkungan, terutama bagi anak-anak yang kerap bermain di area terbuka tanpa pengawasan.




