Wamen Christina Lepas 29 Perawat Pekerja Migran Indonesia ke Jerman

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, melepas keberangkatan 29 pekerja migran Indonesia (PMI) sektor kesehatan yang akan bekerja di Jerman melalui program Triple Win skema Government to Government (G to G), Kamis, 5 Maret 2026.

Ia mengatakan, keberangkatan ini merupakan hasil perjuangan panjang ke-29 perawat Indonesia, karena mereka harus melalui berbagai tahapan. Termasuk konsistensi belajar bahasa Jerman hingga lulus ujian kompetensi sebelum dapat ditempatkan.

"Untuk sampai ke tahap ini bukan proses yang mudah. Mereka harus belajar bahasa Jerman dalam waktu yang cukup lama hingga benar-benar menguasai dan lulus ujian. Ini membutuhkan determinasi dan kerja keras," ujar Christina dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 5 Maret 2026.

Ke-29 perawat dari berbagai latar belakang pendidikan kesehatan ini akan ditempatkan di rumah sakit, klinik maupun panti lansia di Jerman. 

Mereka berasal dari 11 provinsi di Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, dan Maluku.

"Ini bukti program Triple Win skema G to G perawat ke Jerman terbuka dan bisa diakses bagi lulusan keperawatan dari berbagai daerah di Indonesia. Selama mereka mau berusaha keras, terutama dalam mempelajari bahasa Jerman," ungkapnya.

Di Jerman, puluhan pekerja migran perawat ini akan menjalani proses penyetaraan kualifikasi profesi atau Anerkennung. 

Tujuannya, agar mereka dapat bekerja sebagai perawat profesional dengan berbagai peningkatan manfaat, termasuk peluang pengembangan karier dan kesejahteraan yang lebih baik lagi.

Lebih lanjut, Christina menjelaskan bahwa sejak program Triple Win diluncurkan pada 2021 dan dengan penempatan pertama pada 2023, tercatat sebanyak 423 perawat Indonesia telah berhasil ditempatkan di Jerman. 

Ke depan, lanjut dia, Kementerian P2MI juga mendorong penguatan pembelajaran bahasa Jerman sejak masa pendidikan keperawatan agar proses penempatan dapat berlangsung lebih cepat.

"Kami mendorong agar pembelajaran bahasa Jerman sudah mulai diperkenalkan sejak mahasiswa menempuh pendidikan keperawatan. Karena belajar bahasa ini tidak bisa instan, butuh proses," jelasnya.

Kemudian Christina menegaskan, pemerintah berkomitmen membuka lebih banyak peluang kerja di negara-negara yang memiliki sistem pelindungan yang baik bagi pekerja migran Indonesia.

Selain Jerman, program penempatan perawat secara G to G juga telah berjalan dengan Jepang, Amerika Serikat, dan Kanada, serta peluang kerja sama baru dengan sejumlah negara di Eropa.

Meningkatnya fenomena aging population di banyak negara maju, tambah Christina, menjadi peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia bekerja secara profesional di luar negeri.

"Apalagi banyak negara di dunia mengalami penuaan penduduk dengan tingkat kelahiran yang rendah. Ini menciptakan kebutuhan tenaga kerja di sektor kesehatan, dan ini adalah peluang yang bisa dimanfaatkan pekerja migran Indonesia," ucapnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
NATO Retak: Trump Ngambek Spanyol Ogah Bantu Perang Lawan Iran
• 14 jam lalusuara.com
thumb
Harga Perak Antam Naik Hari ini Dibanderol Rp52.900/Gram
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Griezmann dikabarkan tunda kepindahan ke klub MLS hingga akhir musim
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
AHY Harap Konflik di Timur Tengah Tak Meluas Jadi Perang Dunia Ketiga
• 15 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.