Rekomendasi Saham Under Value Usai IHSG Terkoreksi, Ada MEDC hingga PTBA

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) telah jatuh dalam pekan ini. Indeks komposit telah ditutup koreksi dalam tiga hari beruntun, sebelum akhirnya menguat di penutupan pasar Kamis (5/3/2026).

Pada perdagangan Rabu (4/3) bahkan hanya ada 61 saham saja masih menguat, diikuti oleh seluruh indeks saham sektoral yang ditutup merah. Kondisi pasar yang lesu telah membentuk harga diskon bagi saham-saham potensial.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan mengatakan bahwa dalam kondisi pasar yang terkoreksi, beberapa saham berfundamental kuat justru mulai terlihat menarik karena valuasinya lebih murah.

"Investor biasanya akan kembali melirik saham-saham komoditas karena punya korelasi kuat dengan tensi geopolitik saat ini, seperti ITMG, PTBA, MEDC, dan ANTM," kata David kepada Bisnis, Kamis (5/3/2026).

Pada penutupan pasar Kamis (5/3), saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menguat 3,85% ke Rp2.970. Sedangkan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) naik 3,90% ke Rp25.975, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) tak berubah di level Rp1.820 dan saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) ditutup naik 1,98% ke Rp4.130.

"Emiten-emiten ini memiliki fundamental relatif stabil, likuiditas tinggi, serta potensi mendapat aliran dana ketika investor kembali fokus pada saham berfundamental kuat setelah fase koreksi pasar," ujarnya.

Baca Juga

  • IHSG Ditutup Rebound ke 7.710 Ditopang Saham BBCA, BBNI, dan BMRI
  • IHSG ke Level Terendah 2026, Seleksi Ketat Saham Sehat
  • Berburu Saham Potensi Cuan saat IHSG Loyo, Mana Rekomendasi Analis?

Saat ini IHSG kembali rebound dan ditutup menguat 1,76% ke 7.710. Indeks komposit melaju terdorong 625 saham yang ditutup naik. Namun, dengan koreksi pasar yang terjadi sepanjang pekan, level indeks komposit masih mencerminkan koreksi 6,37% dalam sepekan terakhir atau turun 4,85% dalam sebulan terakhir.

David memperkirakan ke depan pergerakan IHSG kemungkinan masih akan bergerak volatil dalam jangka pendek karena pasar sedang menyeimbangkan sentimen negatif global dengan katalis domestik. Menurutnya, tekanan sepanjang pekan ini banyak dipicu oleh aksi risk-off dan koreksi tajam di sejumlah saham besar.

Di sisi lain, beberapa faktor positif seperti kenaikan harga komoditas energi, valuasi saham yang semakin murah, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan oleh Bank Indonesia dapat menjadi penopang pasar. Karena itu, David melihat dalam jangka menengah peluang rebound tetap terbuka selama fundamental ekonomi domestik tetap stabil.

IHSG yang rebound dan akhirnya ditutup menguat telah terlihat saat di sesi I bergerak menguat 1,8%. Menurut David, tren itu dapat dilihat sebagai technical rebound setelah koreksi tajam dalam beberapa hari sebelumnya. 

"Untuk memastikan perubahan tren menjadi lebih kuat, pasar perlu melihat keberlanjutan inflow dana dan stabilitas saham-saham berkapitalisasi besar. Jika penguatan tidak diikuti volume yang solid, maka risiko volatilitas atau koreksi lanjutan masih tetap ada," tandasnya.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Padahal Sudah Masuk Maret, Kapan Garuda Calling Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 Diumumkan?
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Pensiunan Karyawan JICT Tewas dan Istri Kritis Diduga Jadi Korban Perampokan di Bekasi, Polisi Fokus Buru Pelaku
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Ramadan Seru, Goyang ShopeePay Beri Pengalaman Interaktif dan Menguntungkan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Badan Geologi: Aktivitas Gunung Marapi tunjukkan pola fluktuatif
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mandi Malam Menurut Ilmu Psikologi
• 23 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.