Avian (AVIA) Bidik Margin Laba Bersih 21 Persen, Fokus Dorong Cat Dinding

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

PT Avia Avian Tbk (AVIA) optimistis kinerja perseroan akan tumbuh positif pada 2026 meski kondisi perekonomian masih menantang.

PT Avia Avian Tbk (AVIA) optimistis kinerja perseroan akan tumbuh positif pada 2026 meski kondisi perekonomian masih menantang. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Avia Avian Tbk (AVIA) optimistis kinerja perseroan akan tumbuh positif pada 2026 meski kondisi perekonomian, baik dalam maupun luar negeri, masih menantang.

Produsen cat milik keluarga Tanoko tersebut membidik pertumbuhan penjualan high-single digit di kisaran 6-10 persen. Target tersebut akan didukung oleh volume penjualan yang berada di level 4-8 persen.

Baca Juga:
Avian (AVIA) Resmi Tutup Multipro Paint, Alasannya Rugi dan Tidak Prospektif

Sepanjang 2025, AVIA membukukan penjualan bersih mencapai Rp8,12 triliun, tumbuh 8,7 persen sementara volume penjualan 7,4 persen. Perseroan juga berupaya menjaga Margin Laba Bersih (Net Profit Margin atau NPM) sama dengan tahun lalu sebesar 21,5 persen.

"NPM kurang lebih di level 20-21 persen targetnya," kata Head of Investor Relations AVIA, Andreas Timothy kepada IDX Channel, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga:
Avian (AVIA) Cetak Laba Bersih Rp1,74 Triliun Sepanjang 2025

Andreas menjelaskan, AVIA baru saja melakukan modernisasi dan  menambah kapasitas pabrik di Cirebon, Jawa Barat sebesar 225 ribu metrik ton. Namun, untuk tahap awal, perseroan akan menggenjot produksi di angka 100 ribu ton.

"Kita mulai akan produksi setengah kapasitas yaitu 100 ribu metrik ton, difokuskan untuk memproduksi cat dinding (wall paint). Sama (cat) waterproofing (anti bocor) di semester kedua ini," katanya.

Avian membawahi sejumlah merek cat dinding atau tembok seperti Avitex serta Sunguard dan Supersilk untuk kelas premium. Untuk cat dinding, Avian berada di posisi ketiga dari sisi pangsa pasar (market share) meski untuk seluruh cat dekoratif, Avian menduduki peringkat pertama dengan share 26 persen.

Dia mengungkapkan, perseroan fokus menggarap cat dinding karena pangsa pasar cat sekitar 50 persen berasal dari cat dinding. Selain itu, pada 2025, penjualan untuk cat dinding Avian tumbuh double digit, tertinggi di antara segmen cat lain seperti cat kayu & besi dan cat duco yang tumbuh single digit.

Di samping itu, Avian juga akan terus memperkuat titik distribusi di mana hingga akhir 2025 sudah ada 129 titik yang didukung oleh 15 pusat distribusi mini serta 38 pusat distribusi pihak ketiga.

Andreas menilai, ketersediaan barang, jaringan distribusi, dan logistik menjadi kunci untuk tetap mempertahankan daya saing. Pasalnya, karakter industri menuntut perusahaan cat untuk menyediakan barang setiap saat.

"Karena yang namanya konstruksi itu biasanya tukang malas kalau disuruh menunggu barang," kata Andreas.

Untuk belanja modal (capital expenditure atau capex), Avian akan mengalokasikan sekitar 6 persen dari penjualan, hampir sama dengan 2025 yang sebesar Rp484 miliar atau 6 persen dari total penjualan.

"Untuk capex 2026 akan berada di kisaran 5-6 persen dari total penjualan karena masih ada sisa alokasi belanja modal ekspansi sekitar Rp255 miliar," katanya.'

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian P2MI Tingkatkan Kewaspadaan Dampak Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah Terhadap Pekerja Migran Indonesia
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Tak Biasa! Momen Warga Suriah Santai Nongkrong di Atas Bangkai Rudal Iran
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Lawan Persik, Marc Klok Ajak Rekan Setim Lupakan Hasil Imbang Kontra Persebaya
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemodal Penambangan Ilegal di Taman Nasional Kutai Ditetapkan Tersangka, Terancam 10 Tahun Penjara
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Presiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan EBT, Bahlil Jadi Ketua
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.