BAIC Indonesia menargetkan lonjakan penjualan yang agresif pada 2026 dengan membidik pertumbuhan 200 persen dibandingkan 2025. Optimisme tersebut diakui Chief Operating Officer BAIC Indonesia dapat dicapai melalui portofolio mobil baru, ekspansi jaringan, dan penguatan layanan purna jual.
"Dari sisi jaringan kami akan dorong menjadi 28 diler yang beroperasi sampai akhir 2026, kemudian produk baru mobil listrik Arcfox dan BAIC X1 EV yang pada akhirnya akan kami luncurkan," katanya saat ditemui di Tangerang, Kamis (5/3).
Saat ini katanya BAIC masih memiliki jumlah jaringan yang terbatas, sebagian besar berada di wilayah Jabodetabek seperti Alam Sutera, Gading Serpong, Kelapa Gading, hingga Bekasi. Kendati begitu, operasionalnya mampu berkontribusi positif terhadap penjualan dan pengokohan brand.
Untuk itu pada tahun lalu, BAIC mencatatkan penjualan ritel sebanyak 677 unit. Tahun ini angka tersebut dipatok melonjak menjadi 2.018 unit. Dhani bilang 2026 sebagai 'acceleration year', di mana pabrikan hendak mempercepat pertumbuhan brand.
"Kami berambisi dengan target ini, pada 2024 rating kami berada di posisi 30 dari 39 brand passenger, kemudian 2025 kami naik di ranking 27 dari 42 brand artinya ada perbaikan dari sisi positioning. Terakhir penjualan di 2026 sampai Februari kami sudah naik di 25, target kami mau di posisi 20 besar," lanjutnya.
Dari sisi produk, model yang saat ini paling dikenal konsumen adalah BAIC BJ40 Plus yang menyasar segmen SUV 4x4. Selain itu BAIC juga mengandalkan produk baru BJ30 Hybrid sebagai model volume maker baru setelah dipasarkan secara penuh sepanjang 2025.
"Sementara untuk X55 masih cukup memberikan kontribusi dengan penjualan 10 unit, jadi memang terhadap penjualan total relatif paling sedikit dibandingkan produk BJ40 Plus yang telah dikenal dan sekarang BJ30 Hybrid yang mendorong volume kami di tahun kedua," terangnya.
Adapun mobil listrik yang dimaksud meluncur tahun ini adalah Arcfox T1 yang direncanakan meluncur pada kuartal tiga 2026. Hatchback listrik ini akan bermain di segmen medium EV sebagai kompetitor BYD Dolphin, Wuling Cloud EV, GWM Ora Good Cat, MG4 EV, hingga AION UT.
Selain itu BAIC juga menyiapkan mobil listrik kompak yakni BAIC X1 yang diproyeksikan meluncur pada kuartal empat tahun ini. Model tersebut akan mengisi small hatchback EV dengan panjang dimensi 3,8 hingga 4,2 meter.
Ekspansi di segmen elektrifikasi tak berhenti di situ. Pada 2027 perusahaan juga menyiapkan model MPV listrik premium melalui Arcfox N80 KS, yang menggunakan teknologi range extender electric vehicle (REEV). Mobil ini akan menjadi pesaing MPV Denza D9 hingga Toyota Alphard.
"Kemudian kami juga mengumumkan bahwa BJ30 Hybrid akan kami rakit lokal. Harga CBU (impor utuh) yang kami umumkan sebelumnya adalah sudah kami subsidi, sehingga akan sama dengan BJ30 Hybrid rakitan lokal Purwakarta pada Juli 2026 ini," tuntasnya.





