- Ratusan masyarakat berkumpul di kediaman Dubes Iran, Jakarta Pusat, pada 5 Maret 2026, untuk solidaritas dan penghormatan terakhir.
- Acara tersebut merupakan respons atas serangan AS dan Israel serta belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran.
- Dubes Iran menegaskan Khamenei adalah pemimpin yang menentang hegemoni serta berfatwa bahwa senjata nuklir adalah haram.
Suara.com - Suasana haru dan duka menyelimuti kediaman Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (5/3/2026).
Sejak pukul 15.00 WIB, ratusan masyarakat dari berbagai lapisan berkumpul untuk menunjukkan solidaritas atas situasi yang menimpa Iran serta memberikan penghormatan terakhir bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Acara ini digelar sebagai bentuk respons atas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selain sebagai aksi solidaritas, kegiatan ini juga menjadi momen belasungkawa atas wafatnya sang pemimpin yang telah mendedikasikan hidupnya bagi Republik Islam tersebut.
Pantauan Suara.com di lokasi menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama dan pembacaan Yasin yang berlangsung khidmat.
Di salah satu sudut ruangan, warga tampak mengantre untuk meletakkan bunga di depan foto Ali Khamenei sebagai simbol penghormatan.
Tak hanya itu, panitia juga menyediakan backdrop putih besar yang segera dipenuhi tanda tangan warga sebagai bentuk dukungan terhadap petisi atas wafatnya Ali Khamenei.
Masyarakat juga diberikan kesempatan menuliskan pesan dan dukungan moral pada secarik kertas yang disediakan di area acara.
Dalam sambutannya, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pesan mendalam mengenai sosok Ali Khamenei. Ia menyebut dunia saat ini tengah kehilangan figur yang telah mengabdikan lebih dari 86 tahun hidupnya demi urusan negara dan persatuan umat.
"Pada hari ini kita sedang berduka, berduka kepada pemimpin agung yg telah menyumbangkan hidupnya lebih dari 86 tahun untuk urusan negara yang mana sepanjang hidupnya, setiap saat dalam hidupnya, dia hanya memikirkan persatuan umat muslim dan hanya memikirkan persatuan antar mereka," ujar Boroujerdi di hadapan para hadirin pada Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
Boroujerdi juga menegaskan bahwa Ali Khamenei adalah sosok yang teguh dan tidak pernah berkompromi dengan musuh. Ia menyebut sang pemimpin selalu berdiri di baris depan melawan hegemoni, kekerasan, serta genosida.
Terkait tudingan senjata nuklir yang sering dialamatkan kepada Iran, Boroujerdi mengingatkan kembali tentang nilai-nilai yang dipegang teguh oleh Ali Khamenei.
"Kepada musuh yang telah membunuh seorang pemimpin abu kami, yang seluruh pemimpin abu kami sedang mencoba untuk membangun senjata nuklir. Ini terjadi pada saat beliau telah memiliki fatwa bahwa berbagai bentuk pengimpanan produksi dan penggunaan senjata nuklir haram fatwanya," tegasnya.
Di akhir sambutannya, Boroujerdi menyuarakan optimisme terkait masa depan perjuangan Iran.
Ia menekankan bahwa kekuatan Iran sebagai negara dengan 60 juta penduduk tidak akan mudah dipatahkan, sebagaimana upaya pihak lawan yang dinilai gagal melumpuhkan kelompok perlawanan dalam dua tahun terakhir.
"Anda dan kita semua harus yakin bahwa para musuh Islam, para musuh kita semua pada akhirnya akan kalah. Dan kita pasti akan melakukan balas dendam terhadap pemburuan pemimpin agung kami," pungkasnya.




