Anggaran Pendidikan Naik: Fokus pada Akses, Kualitas, dan Gizi

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Tren anggaran pendidikan Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah mengalokasikan dana anggaran yang semakin besar untuk memastikan pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

Kebijakan ini tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan masa depan.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada aspek pendukung seperti kesehatan dan pemenuhan gizi sejak dini, yang dinilai berperan penting dalam menunjang proses belajar.

Pada 2024, alokasi anggaran pendidikan melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang saat itu masih berada dalam satu kementerian, mencapai Rp99 triliun. Sementara pada Kementerian Kesehatan dianggarkan Rp90,5 triliun. Total anggaran yang dialokasikan melalui kedua kementerian tersebut mencapai Rp189,5 triliun.

Memasuki 2025, struktur kementerian pendidikan mengalami perubahan dengan pemisahan menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pada tahun tersebut, pemerintah mengalokasikan dana anggaran Rp33,5 triliun untuk Kemendikdasmen dan Rp57,7 triliun untuk Kemendiksaintek.

Pada tahun yang sama, anggaran Kementerian Kesehatan meningkat menjadi Rp105,6 triliun. Secara keseluruhan, total alokasi anggaran pendidikan mencapai Rp196,9 triliun.

Peningkatan yang lebih besar terlihat pada 2026. Anggaran Kemendikdasmen naik menjadi Rp56,6 triliun, sedangkan Kemendiksaintek meningkat menjadi Rp61,9 triliun. Anggaran Kementerian Kesehatan juga bertambah menjadi Rp114 triliun. Dengan demikian, total alokasi pada 2026 mencapai Rp232,5 triliun. Dibandingkan 2025, peningkatan anggaran pada 2026 tercatat sebesar 4,64% atau setara Rp10,79 triliun.

Selain memperbesar alokasi anggaran, pemerintah juga menjaga keberlanjutan akses pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Sejak 2020, kuota penerima maupun anggaran program ini tidak mengalami penurunan, sehingga kesempatan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi tetap terjaga.

Di sisi lain, penguatan riset turut menjadi fokus. Pada 2025, jumlah penelitian yang didukung mencapai 22.560 judul atau meningkat sekitar 23% dibandingkan 2024. Peningkatan ini menunjukkan upaya memperkuat ekosistem riset nasional sebagai bagian dari transformasi pendidikan menuju ekonomi berbasis pengetahuan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengungsi Pascabencana Sumatera Turun 47,1 Persen Selama Ramadan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Rudal Dihantam NATO, Iran Beri Tahu Turki Tetap Balas Serangan AS-Israel
• 17 jam laludetik.com
thumb
Jujutsu Kaisen Modulo Chapter 25: Tanggal Rilis, Spoiler, dan Akhir Era Cursed Energy
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bahlil Sebut Swasta Kongsi Asing dan Domestik Bakal Bangun Storage Minyak
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Mendagri Minta Persoalan Kesehatan Jiwa Anak-Remaja Perlu Jadi Perhatian Pemda
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.