JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa sebanyak 67.886 keluarga penerima manfaat atau KPM yang sudah terverifikasi untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos).
"Dari data yang sudah kami terima dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ada 67.886 keluarga penerima manfaat atau KPM yang sudah diverifikasi," kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Gus Ipul mengatakan, 67.886 KPM tersebut mendapatkan dua jenis bantuan, yakni bantuan isian hunian Rp 3 juta dan Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) Rp 5 juta.
"Untuk isian hunian itu sebesar Rp 3 juta rupiah, untuk BSSE (Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi) itu sebesar Rp 5 juta rupiah. Keseluruhan anggaran yang dibutuhkan itu Rp 543 miliar lebih," ucapnya.
Gus Ipul menyebut, jumlah KPM tersebut sudah diproses berjenjang yang dimulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Data itu diproses dari bawah. Pertama, BNPB memberikan data, lalu ditetapkan oleh Bupati/Walikota, sudah menyangkut BNBA-nya (by name by address)," ucapnya.
Baca juga: Bansos Reguler dan untuk Penyintas Sumatera Sudah Cair 90 Persen
Setelah itu, data tersebut ditandatangani oleh Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) sebelum diverifikasi oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
"Data final menjadi pedoman kami menyalurkan. Dalam proses penyaluran ini, kami menugaskan PT Pos Indonesia," ucapnya.
PT Pos akan salurkan dengan tiga cara
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris berjanji akan menjalankan amanah penyaluran bansos dengan baik melalui tiga cara.
"Kami lakukan dengan tiga cara, kami bayarkan di kantor pos, kemudian bayarkan di komunitas, di kantor desa/kampung kalau di Aceh, di kantor kelurahan, kantor kecamatan," ucapnya.
Cara ketiga yakni PT POS Indonesia akan menyalurkan bantuan tersebut secara langsung kepada penerima yang sudah lansia atau sedang sakit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang