Buya Yahya Ajak Warga Panjatkan Doa untuk Prabowo: Jadi Presiden itu Berat

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ulama Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya mengajak masyarakat memanjatkan doa bagi Presiden Prabowo Subianto di momen suci Ramadan. Doa itu dipanjatkan agar Prabowo diberi kekuatan dan kelapangan dalam menjalankan amanah memimpin bangsa.

Hal itu disampaikan Buya Yahya usai menghadiri undangan Presiden Prabowo dalam acara buka puasa bersama para ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Buya Yahya menilai, menjadi pemimpin negara bukanlah tugas yang ringan. Di balik berbagai keputusan besar, ada tanggung jawab yang harus dipikul demi kepentingan rakyat dan masa depan bangsa.

"Yang terpenting doa. Karena jadi presiden tidak gampang, berat. Kita harus banyak mendoakan pemimpin kita, bagaimana mereka bisa sukses dengan menjalankan tugasnya," ujar Buya Yahya.

Baca juga: Usai Bukber, Prabowo dan Tokoh Ormas Islam Lanjut Diskusi Bahas Isu Geopolitik

Ia berharap doa masyarakat dapat menjadi energi kebaikan bagi kepemimpinan nasional, sehingga Indonesia tetap berada di jalan yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

"Mendoakan agar beliau sukses, beliau berjaya, umat damai, rakyat bahagia," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Buya Yahya juga menyampaikan sebuah pesan yang disebutnya sebagai pesan cinta kepada Prabowo. Melalui pesan itu, dia menekankan momentum bulan suci Ramadan ini dapat dijadikan ajang memperkuat nilai-nilai kebaikan dan kedamaian.

"Pesan cinta, kita ingin bagaimana Ramadan ini damai dan tenteram. Alhamdulillah, semuanya sudah baik-baik. Ramadan kita jadikan momentum kebaikan, Ramadan damai, Ramadan penuh keindahan," katanya.

Baca juga: Momen Prabowo Bukber Semeja dengan Rais Aam PBNU, Ketum Muhammadiyah dan MUI

Selain menyampaikan doa dan pesan terkait Ramadan, Buya Yahya juga menyinggung kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Ia menilai kondisi Indonesia masih aman dan tenteram.

"Indonesia nyaman. Kita bisa menjalankan tugas-tugas, kewajiban secara pribadi, keluarga, kemasyarakatan. Kalau ada hal-hal lain yang urusan dengan luar negeri, tentu, ada yang lebih tahu dalam hal ini," ujarnya.

Diketahui, Prabowo mengundang para ulama hingga pemimpin ormas Islam dalam acara silaturahmi sekaligus buka puasa di Istana Merdeka, Jakarta. Sebanyak 170 ulama dan habaib diundang ke Istana.

"(Agenda) Buka puasa bersama. Dengan Pak Nusron, ya nanti semua ketua umum ormas (organisasi kemasyarakatan) Islam, sama mubalig, dan pengasuh pondok pesantren, yang pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas," kata Ketum Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar saat tiba di Istana.




(fca/eva)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas Saber Pangan Sulsel Awasi Gudang Distributor di Makassar dan Maros serta Pasar di Gowa
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Terungkap! Lagu “Dorothea” Milik Taylor Swift Ternyata Tentang Selena Gomez
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kecelakaan di Jombang, Pemotor Wanita Tewas Ditabrak Truk Ugal-Ugalan
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Jet-jet Tempur Inggris Meluncur ke Qatar
• 13 menit laludetik.com
thumb
Chelsea Hancurkan Aston Villa di Villa Park
• 17 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.