Bisnis.com, MEDAN — PT Railink atau yang dikenal sebagai KAI Bandara menyiapkan hingga 361.000 kursi kereta bandara di wilayah operasional Sumatra Utara (Sumut) mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026.
Direktur Utama KAI Bandara Porwanto Handry Nugroho mengatakan pihaknya menambah kapasitas tempat duduk selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026 dengan mengoperasikan 44 perjalanan setiap hari guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat.
“Sumatra Utara merupakan salah satu wilayah dengan pergerakan masyarakat yang tinggi saat Lebaran. Dengan menyiapkan 361.000 kursi dan 44 perjalanan per hari, kami memastikan masyarakat memiliki akses transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu, baik untuk perjalanan menuju pusat kota maupun ke Bandara Kualanamu," jelas Porwanto dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).
Porwanto menjelaskan penambahan kapasitas angkutan kereta terdiri dari 239.000 kursi Kereta Api (KA) Srilelawangsa relasi Medan—Binjai—Kuala Bingai; serta 122.000 kursi KA Srilelawangsa relasi Medan—Kualanamu.
Peningkatan kapasitas tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga konektivitas dan stabilitas mobilitas masyarakat Sumut selama periode Lebaran.
Disampaikan Porwanto, transportasi berbasis rel memiliki kapasitas besar dan efisiensi energi yang lebih baik dibanding kendaraan pribadi.
Baca Juga
- Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api di Sumut untuk Lebaran 2026, Cek di Sini!
- Mudik Lebaran 2026, KAI: 2,37 Juta Tiket Kereta Api Masih Tersedia
Dia pun menyebut layanan ini tidak hanya mendukung kelancaran arus mudik, tetapi juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan emisi karbon selama musim Lebaran.
Selain peningkatan kapasitas, KAI Bandara juga memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia untuk menjaga standar keselamatan dan pelayanan selama periode Angkutan Lebaran 2026.
"KAI Bandara juga mengimbau penumpang untuk menjaga barang bawaan masing-masing serta datang lebih awal ke stasiun, yakni minimal tiga jam sebelum penerbangan internasional dan dua jam sebelum penerbangan domestik," tambah Porwanto. (240)





