AFC Pilih Tutup Mulut Atas Keputusan CAS di Kasus Pemain Naturalisasi Ilegal Timnas Malaysia

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - AFC memilih untuk menutup mulut alias tidak memberikan komentar atas keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga dalam kasus pemain naturalisasi ilegal Timnas Malaysia. 

AFC memilih untuk tidak berkomentar menyusul keputusan CAS untuk menolak banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FA Malaysia) atas sanksi FIFA yang dirilis pada Kamis (5/3/2026). 

CAS hanya memberikan keringanan pada tujuh pemain naturalisasi ilegal Timnas Malaysia tentang larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola seluruh dunia selama 12 bulan menjadi larangan bertanding di kompetisi resmi selama 12 bulan. 

Sisanya, CAS menetapkan sejumlah sanksi administrasi bagi FA Malaysia termasuk sanksi denda yang sudah diputuskan oleh FIFA sebelumnya. 

AFC pun memberikan pernyataan melalui laman resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia tak lama setelah keputusan CAS rilis ke publik. 

"Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah meninjau keputusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) pada tanggal 5 Maret 2026, mengenai Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan beberapa pemain terkait pelanggaran Kode Disiplin FIFA," tulis pernyataan AFC dikutip Jumat (6/3/2026). 

Setelah sanksi FIFA resmi ditetapkan CAS, kini hanya AFC sebagai Konfederasi Sepak Bola yang menaungi FA Malaysia yang belum memberikan sanksi. 

Alih-alih langsung merilis sanksi, AFC pun meneruskan penetapan ini pada Komite Disiplin dan Etik AFC. 

"Masalah ini selanjutnya akan dirujuk ke Komite Disiplin dan Etik AFC," tulis pernyataan AFC.

Artinya, publik belum akan mengetahui keputusan AFC soal terbukti bersalahnya FA Malaysia dalam melakukan naturalisasi pemain keturunan Timnas Malaysia yang ternyata ilegal karena pemalsuan dokumen. 

Menariknya, AFC justru memilih untuk tutup mulut tak berkomentar dengan hasil sidang CAS tersebut. 

"AFC tidak memberikan komentar mengenai investigasi dan/atau proses yang sedang berlangsung dari Komite Disiplin dan Etik AFC," tutup pernyataan AFC. (hfp)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Ungkap Modus Rokok Mesin Pakai Cukai Manual di Kasus Suap Bea Cukai
• 12 jam laludetik.com
thumb
Kemenpar Optimistis Pariwisata Bali Tetap Kuat di Tengah Situasi Global
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bersandar di pelabuhan. Pelni menjadi operator pelayaran dalam program mudik gratis Lebaran 2026 bagi warga Batam.
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun, Batal Dihukum Mati oleh Hakim
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Saksi Ngaku Sempat Marah dan Menangis saat Diperiksa Penyidik dalam Kasus Chromebook
• 15 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.