Jakarta, tvOnenews.com - Kasus korupsi pengadaan Laptop Chromebook yang menjerat eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim atau NM terus menyita perhatian publik di tengah berjalannya sidang perkara itu.
Pakar Pemulihan Aset, Chuck Suryosumpeno menganalisis mengenai karakteristik perkara tersebut dengan klasifikasikan sebagai White Collar Crime atau kejahatan kerah putih.
Chuck menyebut jenis kejahatan yang dilakukan oleh NM bukanlah kriminalitas biasa.
- Istimewa
Ia menekankan kejahatan ini dilakukan oleh individu yang memiliki posisi, status, atau kepercayaan tinggi dalam struktur organisasi maupun pemerintahan.
“Tindak pidana korupsi yang dilakukan NM adalah termasuk jenis kejahatan kerah putih atau White Collar Crime. Ciri utamanya dilakukan tanpa kekerasan fisik (non-violent), tetapi mendatangkan kerugian finansial yang besar melalui serangkaian tipu daya dan penyalahgunaan wewenang," kata Chuck kepada awak media, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Chuck memaparkan bahwa white collar crime bersifat sistematis dan sering kali baru terdeteksi dalam kurun waktu yang lama setelah kejadian.
Ia menekankan dampaknya tak hanya kerugian finansial negara tetapi juga merusak kepercayaan publik serta stabilitas ekonomi dan sosial.
Menurutnya memerlukan instrumen yang sangat teknis kompleksitasnya, penegakan hukum terhadap kasus seperti ini.
“Dibutuhkan keahlian khusus yang melibatkan banyak keahlian, terutama audit forensik dan analisa data keuangan serta berbagai keahlian lainnya yang terkait," tambahnya.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Chuck memberikan apresiasi tinggi kepada pihak Kejaksaan Agung, khususnya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Namun, ia juga memberikan catatan krusial mengenai langkah selanjutnya.
“Saya sangat mengapresiasi Jampidsus beserta jajarannya yang telah berhasil mengungkapkan perkara ini dengan baik, mengingat pengungkapan perkara white collar crime sangatlah tidak mudah. Saya hanya perlu mengingatkan, sudah saatnya segera dilakukan penelusuran aset hasil kejahatannya sebagai tahap awal pemulihan aset seiring dengan penyidikan dan penuntutan perkara NM," katanya.
Di sisi lain, Chuck menuturkan bahwa langkah cepat dalam pemulihan aset sangat penting untuk mempermudah pembuktian dan eksekusi pengembalian kerugian negara.




