REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menyerbu dan merusak fasilitas Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Kamis malam. Aksi ini terjadi setelah salah satu rekan mereka diduga dipukuli oleh mahasiswa ketika ada demonstrasi di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar.
Menurut Emil, salah satu pengemudi ojol yang menjadi korban, insiden bermula ketika ia tengah mengantar pesanan makanan. Ia sudah meminta izin kepada peserta demo untuk melewati jalan tersebut, namun permintaannya ditolak, dan tiba-tiba ia diserang. Selain mengalami pemukulan, motor milik Emil juga dirusak, dan adiknya turut menjadi korban pemukulan.
Insiden ini memicu solidaritas di kalangan ojol. Mendengar kabar bahwa ada rekan mereka yang dipukuli dan motornya dirusak, ratusan pengemudi ojol lainnya datang untuk menyerang balik. Mereka melempari batu ke arah mahasiswa dan memaksa masuk ke dalam kampus hingga merusak kaca jendela serta fasilitas lantai dasar Gedung Pinisi.
Untuk meredam situasi, personel kepolisian dari Polrestabes Makassar segera dikerahkan. Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana turun tangan langsung untuk menenangkan massa dan berjanji akan memproses pelaku pemukulan serta mengganti kerusakan motor ojol yang terjadi.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Universitas Negeri Makassar terkait insiden tersebut. Demonstrasi mahasiswa itu sendiri menuntut reformasi total institusi kepolisian terkait beberapa kasus kekerasan yang dilakukan aparat hingga menimbulkan korban jiwa.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.