Produk UKM Indonesia Mampu Tembus 380 Retail di Kanada

katadata.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Exotique Foods Inc, perusahaan yang didirikan diaspora Indonesia di Kanada, mampu menjangkau lebih dari 380 toko retail di berbagai wilayah di Kanada. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, mengatakan perusahaan yang bermitra dengan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dari Indonesia tersebut, menunjukkan pertumbuhan pesat hingga 600% dalam dua tahun terakhir.

Muhsin mengatakan, pada 2024 produk UKM Indonesia yang didistribusikan Exotique Foods Inc, menjangkau lebih dari 60 toko di Ontario. Pada 2026, jumlah retail yang telah dijangkau Exotique mencapai 380 toko.

"Pertumbuhan luar biasa tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kualitas dan konsistensi produk Indonesia," kata Muhsin Ketika meresmikan kantor dan gudang baru Exotique Foods Inc. di Mississauga, Ontario, pada 3 Maret 2026.

Penambahan fasilitas baru Exotique Foods Inc ini merupakan bagian dari penguatan jejaring distribusi produk UKM Indonesia di Kanada. Peresmian tersebut mencerminkan kolaborasi yang semakin erat antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, diaspora Indonesia, serta pelaku usaha Kanada dalam memperluas akses pasar bagi produk nasional.

Dalam sambutannya, Dubes Muhsin menyatakan diplomasi ekonomi harus mampu menghasilkan capaian konkret bagi pelaku usaha Indonesia. Keberhasilan penetrasi pasar tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi juga pada konsistensi membangun jejaring distribusi, menjaga mutu produk, serta memastikan keberlanjutan pasokan.

Founder & CEO Exotique Foods, David Gunawan, mengatakan ekspansi tersebut tidak terlepas dari penguatan kemitraan dengan produsen di Indonesia dan dukungan fasilitasi dari KBRI Ottawa dalam membuka akses jejaring retail.

"Melalui penguatan rantai pasok, penyesuaian produk terhadap standar Kanada, dan dukungan fasilitasi serta jejaring yang dibangun bersama KBRI Ottawa, kini distribusi kami telah menjangkau lebih dari 380 toko di Kanada. Kolaborasi ini memberikan kepercayaan bagi retail besar untuk membuka akses bagi produk UKM Indonesia,” ujarnya.

Exotique Foods, yang didirikan pada 2023 oleh diaspora Indonesia, memasarkan produk bernilai tambah seperti camilan berbahan dasar tempe, olahan buah tropis, keripik sehat, serta permen jahe. Ke depan, portofolio produk akan diperluas dengan tempe siap saji, ubi Cilembu, gula aren, serta berbagai produk turunan kelapa.

Produk-produk tersebut telah memasuki jaringan retail Kanada, termasuk Bulk Barn dan Longo's. Untuk dapat menembus jaringan retail arus utama tersebut, produsen Indonesia perlu memenuhi berbagai ketentuan pasar Kanada, antara lain standar keamanan pangan, pelabelan bilingual, komposisi bahan, serta konsistensi mutu dan pasokan. Kesiapan UKM dalam memenuhi ketentuan tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor.

Ekspor RI ke Kanada Melonjak 106,8%

Sejalan dengan ekspansi distribusi tersebut, kinerja ekspor nasional juga menunjukkan tren positif. Dalam periode 2023–2025, nilai ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia (HS 16–22) ke Kanada meningkat 106,8% dari US$ 56,4 juta pada 2023 menjadi US$ 116,7 juta pada 2025.

Atase Perdagangan KBRI Ottawa, Mahdewi Silky, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan penguatan daya saing produk Indonesia di pasar Kanada. “Nilai ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia ke Kanada yang meningkat 106,8% dalam tiga tahun terakhir mencerminkan semakin kuatnya posisi produk nasional di pasar ini," ujar Mahdewi.

Ia mengatakan momentum ini semakin strategis menjelang implementasi Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang ditargetkan berlaku pada akhir 2026. Perjanjian dagang ini diharapkan dapat semakin memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di Kanada.

Ke depan, Pemerintah Indonesia melalui KBRI Ottawa dan Kementerian Perdagangan RI akan terus memperkuat promosi produk makanan dan minuman olahan Indonesia di Kanada. Salah satu langkah konkret adalah partisipasi Indonesia pada pameran internasional SIAL Canada yang akan diselenggarakan di Montréal pada 29 April hingga 1 Mei 2026 sebagai bagian dari strategi promosi terpadu dalam mendorong “Produk Lokal Go Global”.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di Mississauga, Dubes Muhsin juga mengunjungi perusahaan milik diaspora Indonesia lainnya, yaitu Petra International. Petra International didirikan oleh Ham Go pada tahun 1997 dan bergerak dalam penyediaan dekorasi kue gumpaste flowers yang diimpor langsung dari Indonesia. Perusahaan yang berbasis di Mississauga tersebut dikenal sebagai penyedia koleksi gumpaste flowers terbesar di dunia dan menjadi satu-satunya spesialis produk tersebut di kawasan Toronto.

Perkembangan Exotique Foods serta kiprah Petra International yang telah bertahan hampir tiga dekade di pasar Kanada, menunjukkan bahwa peran diaspora Indonesia bersama dukungan pemerintah dan kemitraan dengan pelaku usaha Kanada dapat membuka peluang yang semakin luas bagi penguatan kehadiran dan reputasi produk Indonesia di pasar Kanada.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK: Investasi Dana Pensiun Naik 7,61% jadi Rp399,27 triliun per Januari 2026
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Bidan di OKI Sebut Program MBG Bantu Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Balita
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Sepatu-sepatu yang Tren di 2026
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Perang di Iran Masuk Hari Ketujuh, Israel Mulai Fase Baru Serangan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Antisipasi Dampak Perang, DPR Minta Pemerintah Siapkan Skema 'Force Majeure' Soal Haji 2026
• 5 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.