Prabowo Klarifikasi soal Gabung BoP hingga Teken Tarif dengan AS Saat Bertemu Ormas Islam

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto sempat mengungkapkan alasan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) menandatangani perjanjian tarif dengan Amerika Serikat (AS) saat buka puasa bersama organisasi masyarakat Islam di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid menyebutkan, alasan itu dikemukakan Prabowo untuk meluruskan prasangka yang beredar di publik, salah satunya diskursus penandatanganan tarif sama sekali tidak menguntungkan Indonesia.

"(Diskusinya Presiden) Bagaimana kondisi global, kenapa Indonesia masuk BoP, bagaimana antisipasi dampak perang Iran. Jangan sampai perang Iran berdampak terhadap krisis yang ada di sini, baik itu krisis pangan maupun krisis energi. Kemudian menjelaskan kenapa Indonesia tanda tangan terhadap ART, Agreement Reciprocal Trade dengan Amerika," kata Nusron, Kamis.

Baca juga: FPI Surati Prabowo Minta Keluar dari BoP: Kami Percaya Presiden, Tidak dengan AS-Israel

Nusron menyebutkan, dalam pertemuan itu, Prabowo menjelaskan bahwaperjanjian tarif ditekan untuk menyeimbangkan perdagangan di kedua negara.

Salah satunya agar harga produk asal Indonesia tetap kompetitif di pasar Amerika.

Pasalnya lewat perjanjian itu, tarif resiprokal yang dikenakan AS untuk produk Indonesia hanya 19 persen dari sebelumnya 32 persen.

Bahkan, AS menerapkan tarif 0 persen untuk sejumlah produk Indonesia.

Baca juga: Kumpulkan Ulama, Prabowo Tekankan Persatuan di Tengah Konflik Timur Tengah

"Kalau kita kena tarif tinggi 32 persen, berarti produk-produk Indonesia di Amerika lebih mahal 32 persen. Karena itu supaya produk-produk Indonesia kompetitif di Amerika, itulah menjadi latar belakang kenapa Indonesia menerima ART," ungkap Nusron.

Lebih lanjut, Nusron menyebutkan, penambahan impor sejumlah komoditas termasuk BBM dari AS yang muncul akibat kesepakatan itu pun bukan barang baru.

Ia mengatakan, Indonesia selama ini sudah mengimpor komoditas maupun produk-produk tersebut dari negara lain.

Baca juga: Mamah Dedeh: Prabowo Bicara Peperangan di Luar Negeri dan Kondisi RI

Hanya saja, lewat penandatanganan tarif, Indonesia perlu mengubah sumber produk impor berasal dari AS.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Selama ini impor BBM-nya ngambil dari negara Gabon, Nigeria, kemudian Timur Tengah, dipindahkan ngambil dari Amerika. Kemudian kedelai, selama ini ngambil kedelai dari Brazil sama dari Argentina, dipindahkan ngambil kedelai dari Amerika untuk dalam rangka mengurangi tarif dari Amerika ke Indonesia," kata Nusron.

"Semua sudah dijelaskan sama Pak Presiden, yang intinya kebijakan itu adalah win-win solution," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polres Muba Amankan 202 Tersangka, Satresnarkoba Raih Peringkat 1 Se-Polda Sumsel
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Ratusan Warga Belitung Terima Bantuan dari Pemprov Babel Saat Safari Ramadan
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Kedubes Iran di Jakarta Gelar Doa Bersama atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terungkap Alasan Pelaku Aniaya Pria Paruh Baya di Cianjur hingga Tewas, Muak Labu Siam di Kebun Kerap Dicuri
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
enebar Kebaikan Tanpa Viral
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.