Harga Minyak Melonjak hingga 8 Persen, Konflik Iran Picu Kekhawatiran Pasokan

idxchannel.com
20 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia naik pada Kamis (5/3/2026), memperpanjang reli di tengah eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Harga Minyak Melonjak hingga 8 Persen, Konflik Iran Picu Kekhawatiran Pasokan. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak dunia naik pada Kamis (5/3/2026), memperpanjang reli di tengah eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Konflik tersebut mengganggu pasokan dan pengiriman energi, serta mendorong sejumlah produsen besar di Timur Tengah memangkas produksi.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi

Minyak mentah Brent ditutup naik 4,93 persen menjadi USD85,41 per barel, menandai kenaikan selama lima hari berturut-turut.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melonjak 8,51 persen, kenaikan harian terbesar dalam hampir enam tahun, menjadi USD81,01 per barel, level tertinggi sejak Juli 2024.

Baca Juga:
Investor Djoni Terungkap Pegang 11 Saham, ANDI, ELTY, hingga VIVA

“Mengingat tidak ada pergerakan di Selat Hormuz, harga kemungkinan terus merangkak naik. Dengan sejumlah negara harus menutup produksi, pemulihan juga akan tertunda karena produksi tidak bisa langsung kembali penuh. Ini akan menjadi masalah untuk beberapa waktu,” ujar Mitra Again Capital John Kilduff, dikutip Reuters.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios pada Kamis bahwa dirinya perlu terlibat langsung dalam pemilihan pemimpin Iran berikutnya.

Baca Juga:
Dirut Elnusa Buka Suara soal Harga Saham ELSA Naik 134 Persen per 3 Maret 2026

“Putra Khamenei tidak dapat saya terima. Kami ingin seseorang yang bisa membawa harmoni dan perdamaian bagi Iran,” kata Trump seperti dikutip Axios dalam sebuah wawancara.

“Saya harus terlibat dalam penunjukan itu, seperti yang terjadi dengan Delcy di Venezuela,” ujarnya.

Dalam catatan risetnya, dikutip Dow Jones Newswires, Ritterbusch and Associates menyebut bahwa tanpa tanda-tanda akhir konflik, harga minyak mentah masih berpotensi menguat.

Jika konflik berlanjut hingga pekan depan, kata analis Ritterbusch, kenaikan WTI menuju kisaran USD95 per barel dinilai masih dalam jangkauan.

Serangan rudal dilaporkan menghantam Teheran timur, menurut kantor berita Iran ISNA, sementara sirene peringatan juga terdengar di Dubai ketika perang terus meluas di kawasan tersebut.

Analis JPMorgan dalam catatannya mengatakan pasokan minyak dari Irak dan Kuwait bisa mulai terhenti dalam beberapa hari jika Selat Hormuz tetap ditutup.

Kondisi itu berpotensi memangkas pasokan hingga 3,3 juta barel per hari pada hari kedelapan konflik.

Sekitar seperlima aliran minyak global melewati Selat Hormuz.

“Harga minyak akan sangat sensitif terhadap penutupan selat tersebut. Pada akhirnya produksi di wilayah pengekspor akan melambat, dan jika kondisi ini berlanjut hingga pekan depan, pemulihan produksi serta pengiriman setelah selat dibuka kembali juga akan membutuhkan waktu,” ujar Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial Dennis Kissler.

Irak, produsen minyak terbesar kedua di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), telah memangkas produksi hampir 1,5 juta barel per hari karena keterbatasan penyimpanan dan jalur ekspor, menurut pejabat yang berbicara kepada Reuters.

Qatar, produsen gas alam cair (LNG) terbesar di Teluk, pada Rabu menyatakan force majeure atas ekspor gasnya.

Sejumlah sumber menyebut normalisasi volume produksi setidaknya membutuhkan waktu satu bulan.

Serangan terhadap kapal tanker minyak juga berlanjut pada Kamis di kawasan Teluk. Kapal tanker minyak mentah berbendera Bahama, Sonangol Namibe, melaporkan lambung kapalnya rusak setelah ledakan di dekat pelabuhan Khor al Zubair di Irak.

“Serangan tersebut, bersama langkah China mengurangi ekspor bahan bakar, turut mendorong harga minyak lebih tinggi,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Ia menambahkan pasar produk olahan juga mulai menunjukkan tekanan akibat berkurangnya ekspor dari Timur Tengah.

Beberapa kilang minyak di Timur Tengah, China, dan India juga menutup unit pengolahan minyak mentah mereka di tengah memanasnya konflik.

Akibat prospek pasokan yang lebih rendah di pasar bahan bakar, kontrak berjangka diesel AS melonjak 10 persen dan sempat menembus sedikit di atas USD3,60 per galon selama sesi perdagangan.

Sekitar 300 kapal tanker minyak masih berada di dalam Selat Hormuz setelah lalu lintas kapal yang masuk dan keluar dari jalur sempit tersebut hampir terhenti sejak pecahnya perang, menurut data pelacakan kapal dari Vortexa dan Kpler yang tidak mencakup beberapa tanker berukuran kecil.

Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke Israel pada Kamis dini hari, memaksa jutaan warga berlindung di bunker ketika konflik memasuki hari keenam, hanya beberapa jam setelah upaya menghentikan serangan AS gagal di Washington.

Pada Rabu, sebuah kapal selam Negeri Paman Sam menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 80 orang, sementara sistem pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turki. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsakiyah Kota Bogor Sabtu 7 Maret 2026
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Lebat hingga 12 Maret
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pesawat Pengebom B-2 AS Jatuhkan Puluhan Bom ke Bunker Rudal Iran
• 8 jam laludetik.com
thumb
Timnas U17 Undang 3 Pemain Diaspora Ikut Seleksi, Kurniawan Dwi Yulianto: Mereka Punya Hak Sama
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
20 Jam Terapung di Laut, Turis Rusia Hilang Saat Surfing di Nusa Dua Ditemukan Nelayan
• 15 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.