Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Tol Cipularang arah Jakarta. Kecelakaan menewaskan dua orang.
Dirangkum detikcom, Jumat (6/3/2026), kecelakaan terjadi Kamis (5/3) malam tepatnya di Tol Cipularang Km 93. Kecelakaan terjadi pukul 20.18 WIB.
Berikut fakta-faktanya:
Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Panji Satriya, Panji Satriya mengatakan kecelakaan melibatkan 10 kendaraan. Kecelakaan sudah ditangani pihak kepolisian.
"Kecelakaan melibatkan 10 kendaraan dan menyebabkan seluruh lajur tidak dapat dilintasi. Saat ini masih dalam penanganan petugas di lapangan," kata Panji dalam keterangannya.
Berdasarkan keterangan sementara petugas di lapangan, dua orang tewas dan empat orang lainnya mengalami luka berat. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit Radjak Purwakarta untuk perawatan lebih lanjut.
"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami selama proses evakuasi berlangsung," ujarnya.
2. Lalin Sempat Macet 3 KmLalu lintas di lokasi sempat macet sepanjang 3 Km. Petugas call center Jasa Marga, Nugroho, mengatakan lalu lintas padat mulai dari Km 96 sampai Km 93.
"Kondisi di lokasi untuk informasi yang kami terima masih ada sedikit kepadatan dari KM 96-93," kata Nugroho saat dihubungi pukul 22.42 WIB.
Nugroho mengatakan tidak ada penutupan arus lalu lintas di lokasi. Katanya, kemacetan terjadi karena proses evakuasi kendaraan.
"Kondisi normal hanya ada kepadatan karena evakuasi," ujarnya.
Pada pukul 20.59 WIB, satu lajur dapat dilintasi dan pada pukul 21.43 WIB, dua lajur telah dapat dilintasi kembali oleh pengendara.
3. Daftar 10 Kendaraan Tabrakan BeruntunKendaraan terlibat mengalami kerusakan parah hingga ringsek. Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono merinci 10 kendraan terlibat. Kendaraan tersebut yakni kontainer, pikap, truk, Toyota Rush, Daihatsu Sigra, tronton boks, Hiace, Toyota Raize, Mazda Biante dan Toyota Agya.
"Jumlah korban 2 meninggal dunia yakni pengemudi dan kernet pikap. Luka berat dan luka ringan masih dalam penanganan," kata Joko dalam keterangannya.
(whn/zap)




