Berdampingan dengan Bencana Alam, Ketangguhan Tak Boleh Musiman

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia, negara dengan kekayaan alam yang luas dibarengi juga dengan ancaman bencana alam yang merata.

Berdiri di atas pilar-pilar api dan lempeng bumi, juga berada di tengah garis khatulistiwa membuat Indonesia sepanjang tahun mendapat ancaman bencana alam.

Selain dari dalam perut bumi, ada juga yang berasal dari lempeng bumi.

Tak hanya dari bawah, dampak pemanasan global juga menjadi cerita bencana.

Tanahnya yang subur juga berbarengan dengan gertak gempa bumi dari aktivitas lempeng dan gunung berapi.

Baca juga: Puluhan Tahun Dilanda Rob, Rumah Panggung Jadi Oase Baru Warga Muara Angke

Airnya yang jernih dan terus mengalir juga dibarengi dengan kenaikan permukaan air laut dan banjir bandang.

Sebab itu, sudah sepantasnya pemerintah baik pusat dan daerah harus punya ketangguhan yang luar biasa dalam memimpin Indonesia.

Bukan ketangguhan "musiman" tetapi sepanjang tahun.

Hal inilah yang diharapkan oleh Kementerian Dalam Negeri RI kepada para kepala daerah di Indonesia.

Baca juga: Kisah Ayun di Pusaran Banjir Pangkalpinang, Bertahan di Tengah Zaman Saro dan Bayang-bayang Utang

"Yang selama ini sangat menonjol adalah ketangguhan daerah itu hanya musiman. Ketika bencana tiba, maka sibuk berkoordinasi, maka kemudian dilakukan berbagai macam evaluasi. Tetapi ketika dalam situasi normal, cenderung pelembagaan kebencanaan ini terabaikan," kata Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiharto saat ditemui Kompas.com di kantornya, Rabu (4/3/2026).

Apa yang dimaksud dengan "ketangguhan musiman" dan bagaimana pemerintah menjawab tantangan bencana alam yang setiap saat mengancam wilayah Indonesia?

Ketangguhan Musiman

Bima Arya menjelaskan, ketangguhan musiman yang dimaksud adalah, pemerintah daerah cenderung abai dengan potensi bencana di wilayah mereka memimpin.

Hal ini sering terjadi ketika bencana datang menerpa, kesiapan anggaran daerah terdampak seperti sangat tidak siap, kelimpungan, dan ujungnya meminta bantuan dari pemerintah pusat.

Oleh sebab itu, salah satu cara agar ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana tidak musiman adalah menyusun sistem penganggaran yang adaptif.

"Jadi sudah masuk dalam perencanaan dan penganggaran ini cukup fleksibel untuk mengantisipasi, tetapi ada ruang yang sudah diantisipasi berdasarkan peta-peta kebencanaan," kata Bima.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Ketika Tanah Bergerak di Semarang Geser Rumah Warga, Antara Bertahan dan Mengungsi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank Mandiri Luncurkan Kartu Debit & Kredit Metal Eksklusif bagi Nasabah Private
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Tensi AS-Iran Kian Memanas, Media Irak Sebut FIFA Pertimbangkan Tunda Piala Dunia 2026
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Fraksi PAN DPR Gelar PANsar Murah dan Mudik Gratis Ramadan 2026
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Panglima TNI Ingatkan Kostrad Harus Siap Tempur di Tengah Ancaman Konflik Global
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Satgas PRR Pertimbangkan Tambah Fasilitas di Huntara untuk Kenyamanan Penghuni
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.